KEBUMEN - Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) sukses digelar. Sebanyak 1.621 pelari lintas daerah ikut ambil bagian dalam ajang maraton itu. Lomba lari ini juga mengundang perhatian lebih dari 30 pelari mancanegara atau luar negeri (LN).
Tampak di tengah para peserta Sekda Jawa Tengah Sumarno. Dia ikut berbaur dengan pelari lain. Meski tak lagi muda, sekda berusia 55 tahun ini masih terlihat energik menyusuri jalur lari yang terbilang ekstrem. "Dulu saya yang minta untuk digelar (maraton) di kawasan geopark," ungkap Sumarno kemarin (14/7).
Mantan kepala BPKAD Jawa Tengah itu menyatakan, Geopark Kebumen perlu didorong dengan berbagai kegiatan promosi sebagai daya tarik wisata. Salah satunya melalui ajang lari maraton berskala besar.
Dia berharap KGTR dapat menjadi agenda rutin tahunan. "Ini bicara program sport tourism. Bagaimana meningkatkan kunjungan wisata di Kebumen," jelasnya.
Sumarno menjelaskan, konsep KGTR cukup apik karena menggabungkan nilai olahraga dengan promosi wisata, terutama di kawasan Geopark Kebumen. KGTR juga terbukti menggerakkan roda ekonomi di Kebumen seiring banyaknya pelari atau wisatawan yang datang. "Bagi kami ini spesial. Mari di-sengkuyung bareng," kata pria yang juga hobi lari ini.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, KGTR sengaja digelar sebagai modal awal agar Geopark Kebumen lebih dikenal masyarakat secara luas. Ajang lari ini juga dimanfaatkan untuk sarana edukasi ke masyarakat tentang kekayaan geologi yang ada di Kebumen. "Bukan siapa yang tercepat, tapi bagaimana bergerak bersama untuk mengenalkan Kebumen kepada dunia," ucapnya.
Lilis berkomitmen akan menjadikan ajang lari masuk dalam agenda rutin tahunan. Kegiatan ini dinilai tepat sebagai jembatan agar masyarakat lebih dekat dengan alam.
Selain itu juga sebagai instrumen mengenalkan potensi lokal untuk dapat perhatian dari masyarakat global. "Kami sudah memulai narasi bumi untuk masa depan berkelanjutan," ujarnya.
Titik start dan finish KGTR berada di Sagara View Karangbolong. Lomba ini membuka empat kategori untuk peserta, yakni jarak 3K, 7K, 14K dan 21K. Dalam ajang ini para pelari disuguhi pemandangan menarik karena track atau jalur yang disiapkan menyusuri kawasan karts Gombong selatan.
Khusus kategori 21K, peserta akan melintasi banyak destinasi wisata unggulan. Antara lain, Sagara View, Pantai Watubale, Bukit Jerit, Pantai Pecaron, Pantai Surumanis dan Pantai Menganti. Pelari juga disajikan aktivitas masyarakat lokal karena jalur sengaja melewati area perkampungan. (fid/laz)
Editor : Herpri Kartun