RADAR JOGJA - Pimpinan Crystal Palace, Steve Parish mengecam UEFA yang menurutnya 'konyol' karena mengizinkan 'ketidakadilan terbesar dalam sejarah sepak bola' setelah The Eagles di degradasi dari Europa League.
UEFA mengkonfirmasi bahwa Crystal Palace telah diturunkan ke Conference League, membuka pintu bagi Nottingham Forest untuk menggantikan mereka di kompetisi kedua.
The Eagles dianggap tetap menjadi bagian dari grup kepemilikan multi-klub yang sama dengan raksasa Prancis, Lyon, setelah batas waktu pelepasan 1 Maret.
Dan Parish yang murka, mengonfirmasi bahwa juara Piala FA, Crystal Palace, akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga dalam upaya untuk membatalkan putusan tersebut.
"Kami sangat terpukul, kami sangat sedih untuk para pendukung, para pemain dan staf. Para pendukung dari semua klub seharusnya ikut merasa terpukul. Ini adalah mimpi. Anda memenangkan piala, benar-benar memenangkan sesuatu untuk pertama kalinya dalam sejarah Anda," ujar Steve.
"Ini seperti memenangkan lotre, pergi ke loket, dan Anda tidak mendapatkan hadiahnya. Ini adalah hari yang buruk bagi sepak bola. Sebagian besar penggemar sepak bola yang berpikiran benar akan melihat betapa buruknya ketidakadilan ini bagi klub sepak bola dan saya sangat berharap seseorang dapat memperbaikinya.
"Jadi ini adalah sebuah parodi keadilan yang luar biasa. Ini adalah keputusan yang menggelikan.
"Pertanyaannya sekarang adalah apakah Uefa mengintervensi dan melakukan hal yang benar, yang seharusnya mereka lakukan. Atau apakah mereka membiarkan proses ini berjalan dan melihat salah satu ketidakadilan terbesar yang pernah terjadi di sepak bola Eropa?”
Baru bulan lalu, pengusaha John Textor, kepala Eagle Football Group yang mencakup Lyon, menjual 44,9 persen sahamnya di Palace kepada mantan Duta Besar AS untuk Inggris Woody Johnson dalam kesepakatan senilai £ 190 juta yang masih harus diratifikasi oleh Premier League.
Steve mendesak Presiden UEFA Aleksander Ceferin untuk melakukan intervensi atas nama klubnya.
"Tidak ada seorang pun di dunia sepak bola yang ingin melihat hal ini. Dan saya tidak yakin Uefa ingin melihat ini, klub yang berhak lolos ke sebuah kompetisi dikunci keluar dari kompetisi tersebut karena hal teknis paling konyol yang bisa Anda bayangkan.
"Seperti yang semua orang tahu, baik John atau siapa pun di Eagle Football tidak memiliki pengaruh yang menentukan atas Crystal Palace.
Baca Juga: Waspadai Makanan Ini Jika Ingin Tidur Nyenyak dan Bebas Mimpi Buruk
"Kami bukan bagian dari organisasi multi-klub. Tuan Ceferin berdiri di atas platform yang mendukung klub-klub kecil.
"Selalu ada cara untuk membalikkan ketidakadilan, jika ada kemauan. Uefa harus benar-benar melihat cahaya dalam hal ini dan menemukan cara untuk meloloskan kami."
Keputusan tersebut telah membuat daftar pertandingan Premier Legaue menjadi kacau, kurang dari 48 jam setelah tanggal pertandingan bulan Agustus dikonfirmasi.
Keputusan Uefa untuk mendegradasi Crystal Palace akan memaksa Premier Legue untuk merombak jadwal mereka untuk akhir pekan ketiga musim ini.
Keputusan tersebut menyusul keberhasilan Lyon mengajukan banding atas degradasi dari Ligue 1 dengan alasan finansial.
Dengan Nottingham Forest yang awalnya dijadwalkan untuk memainkan leg pertama babak kualifikasi Conference League pada hari Kamis 21 Agustus, pertandingan akhir pekan mereka, telah diundur ke hari Minggu, 24 Agustus.
Namun dampak dari keputusan UEFA baru akan terasa pada akhir pekan berikutnya.
Peraturan Uefa menyatakan bahwa ketika klub-klub yang berada di bawah naungan kepemilikan yang sama, maka tim yang finis di posisi tertinggi dalam kejuaraan domestiknya akan diprioritaskan.
Sementara pemenang Piala FA biasanya mendapatkan slot otomatis di Europa League, Lyon finis di urutan keenam di Prancis sementara Palace berada di urutan ke-12 di Prem.
UEFA tidak akan mengkonfirmasi promosi Nottingham Forest sampai setelah hasil banding dari Palace ke CAS, yang harus dilakukan dan diputuskan dalam lima minggu ke depan.
"Banyak penggemar Forest telah menghubungi saya dan mengatakan bahwa mereka tidak ingin mendapatkan akses ke turnamen dengan cara ini," ujar Steve.
"Forest adalah klub yang fantastis dan mereka memiliki acara Black Swan di masa lalu. Hal-hal tersebut memiliki efek yang luar biasa bagi tim-tim sepak bola. Anda mendapatkan satu kesempatan. Ini adalah kesempatan kami untuk tampil di Europa League dalam 164 tahun terakhir.
“Saya tidak percaya bahwa sebuah klub sepak bola, dengan cerita itu, sejarah itu, yang sangat mirip dengan kami, benar-benar ingin menjadi bagian dari mengambilnya dari kami.”
Baca Juga: Liga Indonesia All Star vs Dewa United Perebutan Juara Ketiga Piala Presiden 2025, Kapan Mainnya?
Editor : Satria Putra Sejati