jogja- Gelandang asing PSIM Jogja Ze Valente mengaku tidak trauma dengan kejadian yang pernah dialami saat membela PSS Sleman tahun 2022 silam.
Alih-alih trauma, pemain asal Portugal ini malah rindu dengan suasana Kota Pelajar ini.
"Tidak (tidak trauma). Itu hanya sebuah situasi yang kadang-kadang bisa terjadi.
Saya tahu orang-orang di Indonesia ini sangat berkawan.
Dan itu bukan sesuatu yang selalu terjadi di sini," ucapnya usai latihan di lapangan UNY Karangmalang, Jumat (11/7/2025).
Diketahui pada 2022 silam rumah Ze Valente yang berada di Jalan Kaliurang dilaporkan kemalingan.
Kejadian nahas itu disadari pemain berusia 31 tahun ini setelah dia membela PSS Sleman melawan Persebaya pada laga lanjutan Liga 1 2022/2023.
Dalam peristiwa itu, sang pencuri mengacak-acak rumah Ze Valente dan membawa kabur sepatu, pakaian, beberapa kalung dengan nilai sentimental.
Selain itu juga membawa kabur komputer dan hardisk tempat ia menyimpan kenangan indah dalam hidupnya.
Meski sempat mengalami masa sulit, saat ini Ze Valente mengaku tidak mau mempermasalahkan masa lalunya itu.
Sebab, mantan pemain Persik Kediri ini sudah senang dan siap membela PSIM Jogja.
"Saya tidak memiliki perasaan buruk tentang ini. Dan saya harap semuanya berjalan baik," tegasnya.
Saat ini Ze Valente sudah menjalani latihan rutin bersama penggawa Laskar Mataram.
Di bawah asuhan pelatih kepala asal Belanda Jean-Paul van Gastel, Ze Valente bertekad memberikan yang terbaik untuk PSIM di kompetisi Super League musim 2025/2026, Agustus 2025.
"Saya melakukan off-season di Portugal. Jadi saya datang ke sini bersiap untuk latihan.
Dan saya sangat bersiap untuk berkompetisi," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun