Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sepak Terjang Gusti Randa di PSS Sleman, Finis di Papan Bawah, Tingkatkan Belanja Dua Kali Lipat Tapi Malah Terdegradasinya Musim Ini

Satria Putra Sejati • Jumat, 4 Juli 2025 | 23:44 WIB
Presiden Direktur Utama PSS Gusti Randa,
Presiden Direktur Utama PSS Gusti Randa,

RADAR JOGJA – Gusti Randa dikabarkan tak menjabat sebagai Presiden Direktur PSS Sleman.

Gusti Randa sendiri merupakan seorang aktor, pengacara dan politikus Indonesia. Dia juga pernah membintangi sinetron Siti Nubaya dengan berperan sebagai Samsul Bahri.

Secara pribadi, Gusti Randa adalah suami dari penyanyi Indonesia, Nia Paramitha sekaligus ayah dari aktor, model dan penyanyi, Dewa Dayana.

Sepak terjang di Sepak Bola:

Gusti Randa merupakan salah satu dari 12 anggota Exco PSSI periode 2016-2020 termasuk Yunus Nusi, Pieter Tanuri, Papat Yunisal, Very Mulyadi, Dirk Soplanit, Hidayat, Johan Lin Eng, Condro Kirono, Juni A.Rahman, AS Sukawijaya hingga Refrizal.

Pria kelahiran 15 Agustus 1965 itu juga pernah merangkap dua jabatan sekaligus yakni sebagai Komisaris PT LIB serta Plt Ketua Umum PSSI.

Gusti baru menjabat sebagai Presiden Direktur PSS Sleman pada 2 September 2023 dan kini pada Jumat (4/7), dikabarkan sudah tidak menjabat di kubu tim asal Sleman lagi.

Sebelumnya, setelah resmi ditunjuk sebagai Presdir Super Elja, Gusti menilai PSS merupakan salah satu tim yang sangat menjanjikan.

Semenjak dipimpinnya, Super Elja finis di peringkat ke-13 dengan perolehan 39 poin pada musim 2023/24 dan pada musim selanjutnya PSS justru terdegradasi.

Padahal Gusti telah melakukan beberapa terobosan yang cukup krusial. Dia memutuskan PSS mengeluarkan biaya belanja dua kali lipat dengan mematok target enam besar.

Pada saat itu, aturan baru dengan penggunaan delapan pemain asing baru disetujui.

“Melihat prestasi di musim lalu dengan berada di posisi 13, maka secara matematika akan sangat realistis jika kita menargetkan enam besar dengan nilai belanja dua kali lipat. Tapi kembali, pemain seperti apa yang harus kita datangkan dengan nilai segitu,” ungkap Gusti Randa pada Jumat, (14/6/2024) dulu.

Namun, kini Super Elja harus menelan pil pahit dengan terdegradasi pada musim 2024/25. Faktor utamanya adalah mengawali kompetisi dengan pengurangan poin dari sanksi PSSI terkait match fixing.

Mengawali musim dengan kondisi -3, PSS finis di peringkat ke-16 dengan perolehan 34 poin dari 34 laga dan hanya memiliki selisih dua poin dari zona aman.

Editor : Satria Putra Sejati
#presiden direktur #PSS Sleman #gusti randa #PT LIB #exco pssi #Super Elja