RADAR JOGJA - PSIM Jogja menunjukkan keseriusannya dalam membangun tim yang solid untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2025/2026.
Kali ini, Laskar Mataram resmi merekrut empat pemain lagi, dua di antaranya kaya pengalaman dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dua pemain itu adalah gelandang energik Persita Tangerang Fahreza Sudin dan bek kiri senior Dewa United, Reva Adi Utama.
Sementara dua lagi adalah pemain sayap muda potensial yakni Ikhsan Chan dari PSMS Medan dan Raka Cahyana asal Persija Jakarta.
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna mengungkapkan, keputusan merekrut Fahreza Sudin dan Reva Adi Utama didasari oleh kualitas, pengalaman, dan karakter yang dibutuhkan tim untuk bersaing di level atas Liga Indonesia.
"Mereka punya pengalaman bermain Liga 1.
Jadi harapannya bisa membawa skuad PSIM ke level yang lebih baik lagi, baik dari faktor taktik permainan hingga mentalitas," ujarnya kemarin (30/6).
Fahreza Sudin merupakan gelandang dinamis kelahiran Ternate, 12 Agustus 2000 yang saat ini sudah resmi menjadi bagian dari PSIM Jogja dengan kontrak satu musim.
Kepindahannya ke Jogja dilakukan usai tiga tahun pengabdiannya di lini tengah Persita Tangerang.
"Untuk Fahreza, dia ini pemain tengah yang energik, punya fighting spirit, dan berpengalaman bermain Liga 1," tutur Razzi.
Sementara Reva Adi Utama merupakan pemain yang didatangkan untuk memperkuat lini pertahanan sekaligus menambah figur pemimpin di ruang ganti.
Bek kiri kelahiran Makassar, 1 September 1996 ini datang dengan segudang pengalaman setelah membela sejumlah klub besar seperti PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Madura United, dan terakhir Dewa United.
Pengalaman Reva sebagai pemimpin di tim papan atas menjadi alasan utama perekrutannya. "Reva ini akan menjadi pemain senior yang kami punya.
Pengalamannya kemarin di Dewa United dengan menit tampil yang cukup banyak dan bersaing di papan atas, harapannya bisa menularkan itu ke teman-teman," jelas Razzi.
Fahreza Sudin sendiri mengungkapkan alasannya bergabung ke PSIM karena dilandasi reputasi klub dan pesona Kota Jogja.
"PSIM ini tim bagus, waktu Liga 2 kemarin saya sering nonton. Kota Jogja juga bagus dan kelihatannya sangat nyaman," ungkap pemain bertinggi 168 cm ini.
Meski hanya terikat kontrak satu musim, pemain berusia 24 tahun ini membuka peluang untuk bertahan lebih lama di PSIM karena ia memiliki ambisi pribadi untuk memberi dampak nyata bagi tim pada musim 2025/2026.
"Target pribadi, saya pengen bisa dapat menit bermain yang banyak dan bisa mencetak gol juga di sini. Saya ingin PSIM bisa bertahan di Liga 1 dan semoga bisa bersaing di papan tengah," cetusnya.
Di sisi lain, Reva Adi Utama sendiri mengaku memiliki visi yang kuat saat memutuskan untuk bergabung dengan PSIM.
Menurutnya PSIM merupakan tim yang penuh sejarah, dan termasuk tim besar.
"Hanya saja kemarin mungkin lama tertidur. Sekarang saatnya untuk bangun, bangkit, membuat prestasi, dan memberikan kebanggaan untuk masyarakat Jogja," lontarnya.
Sementara alasan merekrut Ikhsan Chan dan Raka Cahyana, Razzi Taruna menjelaskan, ini merupakan langkah strategis untuk membangun skuad yang solid sekaligus memenuhi regulasi kompetisi terkait pemain muda.
"Raka dan Ikhsan akan menjadi opsi yang baik bagi PSIM untuk mengisi slot regulasi di Liga 1 ini," ungkapnya.
Ikhsan Chan merupakan penyerang sayap berusia 21 tahun yang didatangkan dari PSMS Medan dengan kontrak jangka panjang berdurasi tiga musim.
Perekrutan pemain kelahiran 1 Mei 2004 ini merupakan buah kesabaran manajemen yang telah lama meminatinya.
"Untuk Ikhsan Chan, kebetulan PSIM sudah naksir pemain ini dari lama. Dari dua musim lalu, tapi baru bisa dapat di musim ini," katanya.
Sementara Raka Cahyana merupakan talenta berusia 21 tahun yang datang dengan predikat mentereng sebagai Pemain Muda Terbaik Liga 2 musim 2023/2024 ketika bermain untuk Deltras FC.
Fleksibilitas eks pemain Persija Jakarta ini menjadi nilai tambah utama, sebuah kualitas yang sangat disukai tim pelatih.
"Untuk Raka ini juga versatile, bisa main di bek kanan, di sayap, bahkan juga di gelandang," bebernya.
Ikhsan sendiri mengaku mantap memilih PSIM Jogja di musim ini karena tim ini memiliki reputasi besar. "Kotanya nyaman dan orang-orangnya juga ramah," ucapnya.
Dengan bekal pengalaman di Liga 2, Ikhsan berambisi memberikan dampak signifikan bagi tim di kompetisi Liga 1 nanti.
Ia pun berharap PSIM bisa bertahan dan finis di papan tengah klasemen Liga 1 nanti.
Oleh karena itu, untuk mencapai target tersebut Ikhsan menunjukkan komitmen tinggi dengan menjaga profesionalisme di luar lapangan dengan tetap menjaga pola makan, pola tidur, dan juga menambah intensitas latihan, seperti gym, dan latihan mandiri sehari tiga kali.
"Semoga semua suporter selalu mendukung PSIM, menjaga sportivitas, dan selalu mendoakan semoga PSIM mendapatkan hasil yang terbaik," ujarnya.
Sama seperti Ikhsan, keputusan Raka bergabung dengan PSIM juga didasari faktor nama besar klub dan fanatisme suporternya.
Mengenai target pribadi, pemain kelahiran 24 Februari 2004 silam ini bertekad menembus tim utama dan mendapatkan menit bermain reguler.
"Untuk semua suporter, selalu dukung kami dan jangan lupa datang ke stadion," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun