RADARJOGJA - Antusiasme publik terhadap sepak bola Indonesia semakin membara.
Hal ini terbukti dari jumlah penonton yang membludak di setiap laga kandang Timnas Indonesia selama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia babak ketiga.
Bahkan, Federasi Sepak Bola Asia (AFC) merilis data yang menempatkan Indonesia di posisi teratas sebagai negara dengan jumlah penonton terbanyak.
Total 325.599 suporter memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta selama lima pertandingan kandang, yang berarti rata-rata 65.000 penonton hadir di setiap laga.
Jumlah ini menunjukkan betapa besar dukungan yang diberikan kepada skuad Tom Haye dan kawan-kawan.
SUGBK, stadion kebanggaan yang dibangun di era Presiden Soekarno dan berkapasitas 70 ribu tempat duduk, nyaris selalu penuh di setiap pertandingan.
Irak dan Jepang Bersaing Ketat di Papan Atas
Di posisi kedua penonton terbanyak, Irak menunjukkan performa mengejutkan dengan 275.316 penonton.
Angka ini terbilang fantastis mengingat kondisi politik negara tersebut yang belum sepenuhnya stabil.
Mengikuti di posisi ketiga adalah raksasa Asia, Jepang, yang didukung oleh 260.929 suporter setia di kandang selama kualifikasi.
Baca Juga: 438 Koperasi Merah Putih di DIJ Telah Dibentuk, Harus Memberikan Benefit Bagi Lembaga dan Anggota
Tim berjuluk Samurai Biru ini selalu mendapatkan dukungan penuh dari para penggemarnya.
Tiongkok dan Korea Selatan di Lima Besar, Korea Utara di Dasar
Tiongkok, meskipun memiliki populasi terbesar di dunia, menempati posisi keempat dengan 252.921 penonton.
Angka ini bisa dibilang belum sebanding dengan potensi dukungan dari penduduknya.
Sementara itu, di peringkat kelima adalah negara asal pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, Korea Selatan, dengan 212.640 suporter yang hadir langsung ke stadion, atau rata-rata 40.000 penonton per pertandingan.
Tiga Negara dengan Jumlah Penonton Terendah
Di sisi lain, tiga negara dengan jumlah penonton terendah di babak ketiga kualifikasi adalah Uni Emirat Arab (UEA), Palestina, dan Korea Utara.
UEA mencatatkan 56.245 penonton, dengan rata-rata sekitar 11.000 suporter per pertandingan.
Di bawahnya, Palestina hanya mendapatkan dukungan dari 19.952 penonton.
Minimnya kehadiran suporter ini dapat dimaklumi mengingat konflik internal yang masih melanda negara tersebut, yang juga berdampak pada kompetisi sepak bola lokal dan infrastruktur stadion.
Ironisnya, Korea Utara menduduki posisi paling buncit dengan jumlah penonton yang sangat minim, hanya 729 orang atau sekitar 145 penonton per pertandingan.
Ini kontras dengan potensi yang mereka miliki, termasuk stadion terbesar di dunia.
Andai saja Kim Jong-un memerintahkan warganya untuk hadir, Korea Utara bisa dengan mudah melampaui rekor penonton Indonesia.
(Oktavian Marionoven L)
Editor : Meitika Candra Lantiva