MAGELANG — Sedikitnya ada 64 atlet dan 17 ofisial akan berlaga pada perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang pada 16-19 Juni 2025. Kemarin (16/6) bukan sekadar upacara pelepasan kontingen, melainkan momen simbolis: saat Kota Magelang menaruh harapan pada pundak para atlet SMA.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan pesan menyentuh, bukan hanya kepada para atlet, tapi juga kepada para orang tua. Dia pun mengingatkan para atlet agar tak sekadar bangga menjadi wakil kota.
"Jangan minder. Jangan kalah sebelum bertanding. Semangat, disiplin, dan integritas harus terus dijaga selama proses persiapan," kata Damar.
Dia menegaskan pentingnya menjaga disiplin, integritas, serta memastikan asupan gizi dalam menghadapi pertandingan. "Kalian bukan hanya kontingen olahraga, kalian adalah cermin masa depan Magelang," imbuhnya.
Tak main-main, Pemkot Magelang menggelontorkan dana sebesar Rp 260,3 juta untuk mendukung penuh kontingen. Mulai dari kebutuhan latihan, uang harian, transportasi, penginapan, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama sebulan.
Menurutnya, hal itu menjadi bentuk kehadiran negara di tengah keringat mereka. "Kami tak ingin para atlet berjuang sendiri," tutur Damar, yang berharap investasi ini mampu mengantar atlet-atlet muda menembus kejuaraan nasional, bahkan internasional.
Lebih dari sekadar mengejar medali, pemkot melihat olahraga sebagai alat pembentukan karakter generasi muda. Dalam konteks inilah, Popda menjadi bagian dari misi jangka panjang: menjadikan olahraga sebagai pilar pendidikan, kesehatan, dan ketahanan sosial kota.
Kepala Disporapar Kota Magelang Sarwo Imam Santosa mengatakan, kontingen tahun ini terdiri dari 64 atlet dan 17 ofisial, yang akan berlaga di 13 cabang olahraga. Mulai dari atletik, bulu tangkis, karate, hingga cabang-cabang berat seperti panjat tebing dan tinju.
"Kami sudah mempersiapkan semua kebutuhan teknis agar anak-anak bisa fokus bertanding tanpa terbebani hal-hal lain," ujar Imam.
Dia menambahkan, para atlet ini merupakan hasil pembinaan berjenjang, bukan dadakan. "Kami optimis akan ada kejutan dari mereka," sambung Imam.
Sebelumnya, pada Popda jenjang SMP dan SD yang digelar Mei lalu, Kota Magelang berada di peringkat ke-14 untuk SMP (1 emas, 7 perunggu) dan peringkat ke-15 untuk SD (satu emas di bulu tangkis putra).
Meski belum masuk sepuluh besar, raihan itu menjadi pemicu evaluasi dan motivasi. "Ajang ini bukan sekadar lomba. Ini proses pencarian bibit unggul. Dari sini bisa lahir atlet nasional, bahkan olimpiade," bebernya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo