KEBUMEN - Antusias masyarakat untuk berolahraga lari di Alun-alun Pancasila kian tak terbendung. Imbasnya akses layanan olahraga berupa jogging track atau lintasan lari yang tersedia tak mampu menampung masyarakat yang datang.
Pecinta lari Alfira Okta, 27, mengungkapkan, pemerintah perlu mencari solusi untuk mengurai kepadatan masyarakat di arena jogging track alun-alun. Hal ini dinilai penting agar setiap pelari yang datang merasa aman dan nyaman.
"Kalau bisa jogging track duplikasi ke titik lain. Dibangun yang sama. Soalnya yang datang semakin menumpuk. Kurang nyaman gitu," kata Okta, kepada Radar Jogja, Senin (9/6).
Baca Juga: Omid Popalzay Ucapkan Perpisahan dengan PSIM Jogja, Tergiur Tawaran Klub Lain?
Ia melihat, konsep pembangunan lintasan lari di alun-alun sebenarnya dapat juga diterapkan di Hutan Kota Wanamukti. Tempat ini, kata Okta, cukup relevan jika disediakan layanan olahraga berupa jogging track.
Selain berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, Hutan Kota Wanamukti juga memiliki arena cukup luas. "Saya sering juga di hutan kota. Enak karena sepi dan teduh. Tapi di sana kurang proper (layak) buat lari," ungkapnya.
Warga Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen itu mengatakan, tingkat kepedulian masyarakat Kebumen untuk berolahraga, khususnya lari semakin meningkat. Kondisi ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang datang ke alun-alun untuk lari maupun sekadar jalan santai.
"Saya lihat minat olahraga lari sudah bagus. Tinggal tambah penyediaan fasilitasnya saja. Bisa di hutan kota atau stadion," ujarnya.
Terpantau pada Senin (9/6) sore, jogging track di Alun-alun Pancasila terlihat penuh sesak masyarakat. Mereka rela berdesakan hanya untuk menikmati olahraga lari. Tak jarang langkah pelari harus terhenti karena ruang gerak mereka di lintasan lari cukup terbatas.
Bahkan, sebagian masyarakat memilih berlari di jalan raya lantaran jogging track di alun-alun sudah terlalu padat. Para pelari terlihat tetap menikmati aktivitas lari di pinggir jalan meski berisiko tinggi karena rawan kecelakaan.
"Malas saja kalau lari di dalam (jogging track). Lari paling 20 meter, sudah ketemu rombongan jalan santai gitu," ungkap salah satu pelari, Yudistira Prasetya. (fid)
Editor : Heru Pratomo