RADAR JOGJA – PSS Sleman resmi terdegradasi dari Liga 1 meskipun mampu mencatatkan hasil positif dengan menyapu bersih empat laga terakhir dengan kemenangan.
Kepastikan terdegradasi PSS terjadi setelah Semen Padang mampu kalahkan Arema FC dengan skor 2-0 pada Sabtu (24/5) sore.
Super Elja sendiri juga meraih hasil positif dengan mengalahkan Madura United dengan skor 3-0 dalam pertandingan yang berlangsung dalam waktu bebarengan.
Sayangnya, kemenangan itu tidak cukup berarti bagi PSS yang memiliki selisih dua poin dari zona aman.
Pelatih PSS, Pieter Huistra mengatakan terdegradasinya Super Elja dari Liga 1 merupakan sebuah peristiwa yang menyedihkan.
“Ini bukan hanya sekadar jalannya pertandingan, melainkan hari yang sangat menyedihkan bagi PSS Sleman, suporter, pemain, dan pelatih. Banyak kemajuan yang sudah terjadi di musim ini namun hal tersebut tidaklah cukup dan sangat menyesakkan,” ujar Huistra.
“Saya tahu klub ini sangat berarti bagi banyak masyarakat dan suporter sangat loyal dengan hadir begitu banyak ketika laga kandang. Kesedihan yang tidak terhitung, klub ini harus terdegradasi, dan wajib kembali melakukan tata kelola dan membangun kekuatan kembali,” imbuhnya.
Secara pribadi, pelatih asal Belanda tersebut meminta maaf kepada siapa saja yang selalu memberikan dukungan bagi Super Elja.
Huistra yakin pada suatu saat nanti PSS dapat memberikan kontribusi yang besar bagi dunia sepak bola di Indonesia.
“Itulah menjadi alasan kuat saya memutuskan datang ke PSS Sleman,” tuturnya.
“Saat ini saya dalam situasi yang berat dalam hati dan pikiran. Saatnya kembali bangkit, mohon maaf saya tidak bisa berbicara banyak untuk hal ini,” tutupnya.
Editor : Satria Putra Sejati