RADAR JOGJA - Juara bertahan Paris Saint-Germain meraih kemenangan 3-0 atas Stade de Reims di final Coupe de France/ Piala Prancis pada Minggu (25/5) dini hari, mengklaim trofi domestik ketiga untuk musim kedua secara beruntun, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi final Liga Champions pekan depan dengan penuh gaya.
Juara Ligue 1 dan juara Piala Super Prancis asuhan Luis Enrique tidak menemui kesulitan untuk mengalahkan Reims yang sedang berjuang melawan degradasi, dengan semua gol tercipta di babak pertama di Stade de France saat PSG melenggang ke final Piala Prancis ke-16 yang memperpanjang rekor.
“Itu adalah pertandingan yang sangat bagus. Kami mempersiapkan diri untuk final pada tanggal 31 dengan cara terbaik,” kata Luis Enrique setelah pertandingan.
“Final Liga Champions ini penting. Kami ingin membuat sejarah. Kami sudah siap. Kami adalah tim yang nyata dan kami ingin meraih trofi,” sambungnya.
PSG melakukan serangan sejak awal, dan meskipun Reims berhasil melakukan tembakan tepat sasaran pertama dimana mereka hanya memberikan sedikit perlawanan selama 90 menit.
Pemain asal Rusia, Safonov, dipilih daripada Gianluigi Donnarumma, namun sebaliknya Luis Enrique memilih tim terkuatnya, meskipun Khvicha Kvaratskhelia, yang masuk dalam susunan pemain inti, digantikan oleh Desire Doue.
PSG mendominasi dengan umpan-umpan apik, terus menekan ke depan dengan penuh semangat, dan tekad Reims dipatahkan dengan dua gol beruntun dari Bradley Barcola, yang keduanya diawali oleh Doue.
Umpan Doue membuat Barcola bebas di menit ke-16 dan ia berlari melewati penjaganya sebelum melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti ke pojok bawah gawang.
Tiga menit kemudian, Marquinhos memberikan umpan yang membelah pertahanan lawan ke dalam kotak penalti ke kaki Doue, yang kemudian disambar oleh Barcola yang berada dalam posisi sempurna.
“Kami mengawali laga dengan baik dan menyelesaikannya dengan cepat. Kami mengatur banyak kecepatan, baik dalam bertahan maupun menyerang, dan itu membuahkan hasil,” kata Barcola.
Bahkan dengan keunggulan dua gol, Les Parisiens tidak mengendurkan tekanan, penyelamatan gemilang Yehvann Diouf menggagalkan peluang Ousmane Dembele, yang melepaskan tembakan melebar dari tiang jauh dari posisi yang bagus, tetapi gol ketiga selalu saja tercipta.
Gol itu datang dua menit sebelum jeda, dengan Barcola menjadi pemberi assist dengan mengirimkan bola ke tengah kotak penalti untuk diselesaikan oleh Achraf Hakimi di tiang jauh.
PSG mempertahankan intensitas setelah jeda, Diouf harus bergerak cepat untuk menggagalkan peluang Joao Neves dari jarak dekat dan sang kiper melakukan penyelamatan refleks untuk menggagalkan tembakan Barcola.
Babak kedua tidak lebih dari sebuah sesi latihan bagi PSG, dengan Reims kembali tertekan di daerah pertahanan mereka, dan meskipun mereka gagal menambah jumlah gol, para pemain Luis Enrique akan sangat percaya diri untuk menghadapi tantangan yang ada di depan mata.
PSG akan berusaha untuk mengangkat trofi Liga Champions pertama mereka saat menghadapi Inter di Munich pada pekan mendatang, untuk mengakhiri musim yang luar biasa bagi klub ibu kota.
“Kami tahu kami harus menyelesaikan pekerjaan hari ini untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk final (Liga Champions), dan kami melakukannya. Sekarang, kami akan menghadapi laga berikutnya dengan penuh percaya diri,” ujar Barcola.
Reims sekarang harus berusaha mengamankan kelangsungan hidup di Ligue 1 dengan memainkan leg kedua playoff degradasi di kandang Metz pada hari Kamis. Kedua tim berimbang 1-1 setelah leg pertama.
Editor : Satria Putra Sejati