Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Everton Berikan Perpisahan Yang Pantas untuk Goodison Park Berkat Brace Iliman Ndiaye

Satria Putra Sejati • Senin, 19 Mei 2025 | 16:49 WIB
Selebrasi pemain Everton setelah mencetak gol dalam laga terakhir di Goodison Park
Selebrasi pemain Everton setelah mencetak gol dalam laga terakhir di Goodison Park

RADAR JOGJA - Everton memberikan perpisahan yang pantas untuk Goodison Park setelah Iliman Ndiaye mencetak dua gol untuk memberi tim tuan rumah kemenangan 2-0 atas Southampton yang telah terdegradasi pada hari Minggu, saat 'Grand Old Lady' menjadi tuan rumah pertandingan terakhirnya di Premier League/ Liga Inggris setelah 133 tahun.

Kemenangan Everton di pertandingan terakhir mereka musim ini (pertandingan terakhir di Goodison sebelum pindah ke stadion baru di Bramley-Moore Dock) membuat tim asuhan David Moyes berada di peringkat ke-13 dengan 45 poin. Southampton yang berada di dasar klasemen memiliki 12 poin dari 37 pertandingan.

Air mata dan sorak-sorai menyambut perkenalan tim Everton dengan lagu andalan 'Z-Cars' pada laga yang emosional dan Ndiaye memicu keriuhan setelah enam menit ketika ia membawa bola di setengah lapangan sebelum melaju ke arah gawang dan melepaskan tendangan melengkung ke dalam gawang.

Pemain berusia 25 tahun ini melengkapi dua golnya pada masa injury time babak pertama ketika Dwight McNeil mengirimkan bola melewati dua pemain bertahan dan Ndiaye menaklukkan kiper Aaron Ramsdale dengan sebuah gocekan dan kemudian menyarangkan bola ke gawang yang kosong.

Ndiaye mengatakan dalam sebuah wawancara sebelum pertandingan bahwa ia termotivasi oleh kata-kata putrinya, yang mengatakan bahwa ia bisa menjadi pemain terakhir Everton yang mencetak gol di Goodison.

“Sangat spesial menjadi yang terakhir,” kata Ndiaye, dengan bola terselip di bawah satu lengannya.

“Ini sangat berarti dan saya ingin mencetak hattrick. Sejak hari pertama saya tiba, mereka tampil luar biasa, saya ingin memberi mereka kemenangan hari ini," sambungnya.

“Gemuruhnya setelah gol pertama sungguh luar biasa. Ini adalah hari yang luar biasa. Mereka layak mendapatkannya,” tambahnya.

Dengan Tim Cahill, Wayne Rooney, Duncan Ferguson dan lusinan pemain hebat Everton lainnya yang menyaksikan, the Toffees melaju kencang atas Southampton, yang tidak banyak melakukan apapun untuk merusak pesta.

Kemenangan ini merupakan kemenangan ke-17 Everton atas the Saints di Goodison, membuat mereka menjadi lawan favorit Everton di kandang di Liga.

Hasil akhir pertandingan dapat saja menjadi lebih berat sebelah, saat Beto mencetak dua gol yang dianulir karena offside dalam rentang waktu empat menit di babak pertama.

Penjaga gawang Everton, Jordan Pickford, dipaksa melakukan penyelamatan di menit-menit akhir untuk menggagalkan tendangan pemain pengganti, Cameron Archer, dan memastikan bahwa gol terakhir yang tercipta bukanlah gol dari the Saints.

Hari Minggu menutup sebuah pertandingan emosional yang telah ditakuti oleh banyak penggemar Everton dan pertandingan terakhir di stadion ini (Pertandingan ke-2.791) tentu saja tidak gagal untuk memberikan satu pertandingan yang akan selalu dikenang.

Ribuan pendukung hadir jauh sebelum bus tim tiba di stadion, dengan asap biru pekat memenuhi jalan-jalan sempit yang bertingkat. Bahkan para pendukung yang tidak memiliki tiket pun menjadi bagian dari sejarah, akhir dari sebuah era.

Para pendukung meneriakkan “Everton, kamu tidak pernah bersinar seterang ini!

 

Everton mengumumkan pada awal pekan ini bahwa tim wanita mereka, yang bermain di Women's Super League, akan pindah secara permanen ke Goodison, mulai musim depan.

Editor : Satria Putra Sejati
#liga inggris #Iliman Ndiaye #goodison park #premier league #everton #southampton