Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kritik Pedas Setelah Kekalahan PSM Makassar atas PSS Sleman, Kapten Juku Eja Yuran Fernandes Disanksi Larangan Bermain 1 Tahun

Satria Putra Sejati • Sabtu, 10 Mei 2025 | 21:23 WIB

 

Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes disanksi 12 bulan oleh Komdis PSSI
Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes disanksi 12 bulan oleh Komdis PSSI

RADAR JOGJA - Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes baru-baru ini di sanksi larangan bermain selama 12 bulan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI, seperti yang dikutip dari Jawapos.com.

Hukuman itu terjadi setelah Yuran menyampaikan kritik pedas melalui media sosial terkait kondisi sepak bola Indonesia.

Keputusan ini muncul setelah laga PSM melawan PSS Sleman, di mana Yuran mengungkapkan kekecewaannya terhadap jalannya kompetisi Liga 1 Indonesia.

Melalui unggahannya di Instagram, Yuran menyampaikan sindiran terhadap kualitas kompetisi Indonesia, yang segera menjadi viral di media sosial. Tak lama setelah itu, ia mengunggah permintaan maaf.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf dan meminta agar tidak menyalahartikan unggahan saya. Itu hanya cerminan kekecewaan pribadi saya terhadap situasi di lapangan,"tulisnya.

Namun, permintaan maaf tersebut tidak cukup untuk menghindari hukuman berat yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI.

PSSI memutuskan memberikan hukuman berupa larangan beraktivitas sepak bola di Indonesia selama 12 bulan, serta denda sebesar Rp25 juta.

Dalam keputusan tersebut, PSSI menegaskan bahwa pelanggaran serupa akan berakibat lebih buruk di masa depan.

Manajemen PSM Makassar langsung merespons keputusan ini dengan mengirimkan surat protes resmi kepada PSSI, yang berjudul "Kami Bersama Yuran Fernandes."

Klub yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Malut United FC di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Sabtu (10/5), merasa keputusan tersebut tidak adil bagi kapten mereka.

PSM pun mengajukan banding atas hukuman ini, dan mereka berharap jalur banding akan membuahkan hasil yang lebih positif.

Yuran Fernandes sendiri telah menyampaikan permohonan maaf di sidang Komdis PSSI yang digelar pada Rabu (7/5).

"Saya menyesal atas pelanggaran ini dan berjanji untuk tidak mengulanginya," ucapnya dalam sidang tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menanggapi keras kritik yang dilontarkan Yuran. Ia menilai bahwa jika Yuran merasa kecewa dengan situasi sepak bola Indonesia, ia bisa memilih untuk bermain di luar negeri.

"Jika dia menyesal main di Indonesia, lebih baik main di tempat lain saja," tegas Erick Thohir.

Menurut Erick, jika kritik Yuran berlandaskan bukti konkret, PSSI akan siap menindaklanjuti. Namun, jika hanya sebatas sindiran tanpa bukti, hal itu tidak bisa diterima.

"Jangan mencari makan di sini, berkarya di sini, tapi kemudian merusak citra liga kita," pungkas Erick.

Kendati demikian, PSM Makassar tetap memberikan dukungan penuh kepada Yuran Fernandes. Mereka berharap proses banding dapat mengurangi hukuman yang diterima oleh sang kapten.

Editor : Satria Putra Sejati
#Komite Disiplin #PSS Sleman #Yuran Fernandes #sanksi #PSSI #PSM Makassar #Erick Thohir