RADAR JOGJA – PSIS Semarang bakal menjamu PSS Sleman dalam pertandingan krusial papan bawah klasemen BRI Liga 1 2024/25 di Stadion Jatidiri, Semarang pada Jumat (9/5) sore.
PSIS dan PSS memiliki total poin yang sama dan keduanya berada di peringkat ke-17 dan ke-18 klasemen dengan Laskar Mahesa Jenar menempati dasar klasemen karena kalah total gol dari Super Elja.
Menyikapi tiga pertandingan tersisa pada musim ini, caretaker PSIS, Muhammad Ridwan mengatakan Laskar Mahesa Jenar harus bisa menyapu bersih dengan kemenangan.
“Semua pertandingan seperti final untuk sekarang ini, sehingga kami mencoba mempersiapkan sangat spesial. Karena kami tak hanya mendapatkan poin, namun harus menang dan saat ini semua pemain fokus menghadapi PSS,” katanya.
Bukan hanya mendekam di dasar klasemen, PSIS juga tengah dalam kondisi yang cukup buruk.
Setelah resmi berpisah dengan sang pelatih Gilbert Agius, Laskar Mahesa Jenar juga berpisah dengan pelatih fisik, Alberto Garcia.
Dilain sisi, PSIS juga belum mampu akhiri rentetan hasil minor dengan puasa kemenangan dalam 11 laga terakhir dengan rincian empat imbang dan tujuh kekalahan.
Ridwan juga berbicara tentang pertandingan lawan Bali United yang sempat meninggalkan beberapa pertanyaan setelah dua gol lawan tercipta dari bunuh diri para pemain tim berjuluk Mahesa Jenar.
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Kamis (1/5) pekan lalu, gol pertama Serdadu Tridatu yang bertindak sebagai tuan rumah tercipta di menit 22 lewat gol bunuh diri bek PSIS, Joao Ferrari.
Niat pemain asal Brasil itu menghalau bola, justru menghujam ke dalam gawang PSIS sendiri.
Begitu juga gol kedua Bali United yang tercipta lewat gol bunuh diri pada menit ke-51. Pemain Laskar Mahesa Jenar, Ridho Syuhada yang mencoba menghalau umpan silang lawan di kotak penalti, namun bola sepakannya justru meluncur deras ke gawang kiper Adi Satryo.
Ridwan percaya bahwa kedua pemain yang melakukan gol bunuh diri tidak melakukannya secara sengaja.
“Saya pun pernah melakukan gol bunuh diri ya, kalau kita melihat siapa yang melakukan gol bunuh diri itu adalah dua pemain yang tanda kutip mereka pemain yang dari sisi agamanya mereka kuat,” ucap M Ridwan.
Menurut legenda hidup PSIS itu, keduanya hanya tidak dalam posisi yang tepat saja.
“Mereka hanya kurang beruntung saja di waktu dan tempat yang kurang pas,” pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati