RADAR JOGJA – Rafael Struick gagal mendapatkan apa yang diharapkan dengan menit bermain yang tinggi setelah memutuskan untuk memperkuat tim asal Australia, Brisbane Roar.
Struick memutuskan untuk berlabuh ke tim A League tersebut setelah kepergiannya dari Ado Den Haag.
Berharapan untuk mendapatkan menit bermain yang tinggi, apa yang didapat Struick justru sebaliknya.
Pemain 22 tahun itu hanya mencatatkan 10 pertandingan bersama the Roar dan buruknya lagi, dia hanya mencatatkan 239 menit di lapangan.
Bisa dikatakan, andai Struick memainkan pertandingan secara penuh, maka 239 menit bisa dikalkulasikan dalam tiga pertandingan, bahkan tidak genap.
Awalnya, penyerang Timnas Indonesia tersebut memang menjadi pilihan utama di awal musim bersama Brisbane Roar, bahkan mencetak gol di laga keduanya.
Akan tetapi, hal itu berbanding terbalik setelah Struick memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF dimana hanya masuk sebagai pemain pengganti di sisi the Roar.
Bahkan dalam tujuh laga terakhir A League musim ini berakhir tanpa hadirnya nama Rafael Struick di lapangan maupun Cadangan.
Terakhir kali dia bermain untuk Brisbane Roar terjadi pada 8 Maret saat bermain imbang 1-1 lawan Adelaide United.
Editor : Satria Putra Sejati