JOGJA - Kabar mengejutkan datang dari penjaga gawang PSIM Jogja, Khairul Fikri Maarif. Di tengah jeda kompetisi, kiper muda asli Kotagede ini memutuskan mengambil lisensi kepelatihan D PSSI yang digelar Asprov PSSI DIJ beberapa waktu lalu.
Langkah itu menjadi bukti keseriusan Fikri dalam menyiapkan masa depan di dunia sepak bola, tak hanya sebagai pemain tetapi juga pelatih.
Keputusan Fikri untuk mengambil lisensi kepelatihan D PSSI itu bukan tanpa alasan. Sebab ia ingin memanfaatkan jeda kompetisi ini dengan sebaik mungkin.
"Selain untuk menambah wawasan dan memperluas relasi di dunia sepak bola, lisensi kepelatihan ini juga menjadi opsi tambahan bagi saya di masa depan," ungkapnya, kemarin (30/4).
Kesempatan untuk mengikuti lisensi tersebut datang di saat yang tepat, di mana ketika tidak ada jadwal pertandingan dan latihan tim yang padat kursus yang dijalani oleh Fikri itu juga diadakan di Jogjakarta. Sehingga tidak mengganggu persiapan dirinya bersama tim. "Ini adalah kesempatan berharga, jadi saya tidak ingin menyia-nyiakannya," tegasnya.
Pengalaman membela PSIM Jogja sebagai tim profesional pertamanya ternyata memberikan pelajaran berharga bagi Fikri dalam mengambil keputusan ini. Sehingga, setelah berhasil mendapatkan lisensi D tersebut, fokus utama Fikri akan kembali ke tim agar mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk kompetisi yang akan datang.
"Banyak sekali pelajaran yang saya petik di PSIM, terutama tentang arti kepercayaan dan kekeluargaan yang kuat," cetusnya.
Dengan keikutsertaannya dalam kursis kepelatihan lisensi D itu, ke depan Fikri berharap bisa terus konsisten dalam karir profesional dalam dunia sepak bola. Selain itu, sebagai pemain asli Jogja dan bisa terus konsisten dalam mengarungi kompetisi Liga 1 musim nanti. (ayu/wia)
Editor : Herpri Kartun