RADAR JOGJA - Al Ahli mengamankan kemenangan 3-1 atas Al Hilal yang hanya bermain dengan 10 pemain untuk memenangkan pertarungan antara tim Saudi Pro League di Jeddah pada Selasa (29/4) malam, dan memesan satu tempat di final Liga Champions Asia Elite untuk menjaga impian mereka meraih gelar kontinental pertama mereka tetap hidup.
Gol-gol dari Roberto Firmino dan Ivan Toney pada menit kesembilan dan ke-27, masing-masing, membawa tim asuhan Matthias Jaissle unggul dua gol sebelum Salem Al-Dawsari memperkecil ketertinggalan tiga menit sebelum turun minum.
Kartu kuning kedua untuk pemain bertahan Kalidou Koulibaly membuat sang juara empat kali bermain dengan 10 pemain dalam 30 menit terakhir dan Al Hilal tersingkir meskipun ada penyelamatan penalti di menit-menit akhir dari Yassine Bounou dari Franck Kessie, ketika Feras Al-Brikan mencetak gol ketiga di menit-menit akhir.
"Ini adalah malam yang fantastis," kata Jaissle.
"Saya sangat, sangat bangga dengan setiap pemain dan apa yang kami lakukan sebagai sebuah unit, dan sebagai sebuah unit, maksud saya dengan para penggemar di stadion ini. Ini adalah kemenangan yang sangat layak," sambungnya.
"Kami tahu ini akan menjadi laga yang sulit melawan Al Hilal, tetapi saya sangat senang dengan cara kami mengatasinya," jelasnya.
Al Ahli belum pernah memenangkan gelar juara Asia, kalah di final pada tahun 1986 dan 2012, dan akan menghadapi tim senegaranya Al Nassr atau Kawasaki Frontale dari Jepang pada laga penentuan. Keduanya akan berhadapan di semifinal kedua pada hari Rabu.
Tim tuan rumah unggul ketika umpan tajam Roger Ibanez dari dalam kotak penalti melepaskan umpan ke Galeno di sisi kiri dan umpan silang pertama pemain asal Brasil itu berhasil ditanduk oleh Firmino saat ia tiba di dalam kotak penalti dengan kecepatan tinggi.
Al Ahli mendominasi dan tekanan mereka membuahkan hasil pada menit ke-27, meskipun perayaan mereka sempat tertunda.
Umpan lambung dari Riyad Mahrez membebaskan Toney di belakang lini pertahanan dan ia menggulirkan bola ke gawang setelah melewati Bounou, namun, meskipun asisten wasit telah mengangkat benderanya karena offside, tinjauan VAR mengesahkan gol tersebut yang membuat para penggemar Al Ahli senang.
Dengan tiga menit tersisa di babak pertama, Al Hilal berhasil memperkecil kedudukan, meskipun menjadi yang terbaik kedua di sepanjang 45 menit pertama.
Umpan dari Renan Lodi di tepi kotak penalti disambut oleh Kessie yang mundur dan bola secara kebetulan mendarat di kaki Al-Dawsari, yang secara naluriah melepaskan tendangan yang tidak bisa ditepis oleh Edouard Mendy.
Harapan Al Hilal untuk menyempurnakan kebangkitan mereka kandas di menit ke-59 ketika Koulibaly diusir keluar lapangan setelah pelanggaran terhadap Ibanez membuat sang pemain bertahan mendapat kartu kuning kedua setelah sebelumnya mendapat kartu kuning karena melakukan tekel keras terhadap Toney.
Firmino dan Galeno sama-sama membentur tiang gawang saat Al Ahli mengincar gol ketiga dan, ketika Hamad Al-Tuhayfan menjatuhkan Mahrez, Kessie melihat tendangan penaltinya di menit ke-85 digagalkan oleh Bounou.
Pemain pengganti Al-Brikan akhirnya mencetak gol ketiga untuk Al Ahli tujuh menit memasuki masa injury time saat Al Hilal semakin putus asa untuk menyamakan kedudukan, membuat para pendukung tuan rumah di King Abdullah Sports City Stadium bergembira.
Editor : Satria Putra Sejati