RADAR JOGJA - Celtic meraih gelar juara Liga Utama Skotlandia yang ke-13 dalam 14 musim setelah kemenangan 5-0 atas Dundee United pada Sabtu (26/4) malam, membuat tim asuhan Brendan Rodgers unggul tak terkejar di klasemen dengan empat pertandingan tersisa.
Kemenangan Celtic membuat mereka meraih 84 poin dari 34 pertandingan dan meskipun Rangers yang berada di peringkat dua memiliki satu pertandingan di tangan, mereka hanya dapat meraih maksimal 81 poin.
Celtic juga kini menyamai Rangers dengan jumlah 55 gelar liga.
Saat Rodgers meraih trofi ke-11 bersama Celtic, tim asuhannya juga berada di jalur yang tepat untuk meraih treble domestik lainnya setelah memenangkan Piala Liga di awal musim ini dan menghadapi Aberdeen di final Piala Skotlandia bulan depan.
"Penampilan yang luar biasa, luar biasa. Ini sangat berarti bagi kami. Kami ingin tampil karena jika kami melakukannya, kami tahu kami akan mendapatkan apa yang kami inginkan," kata kapten Celtic, Callum McGregor.
"Langit adalah batas bagi kami, kami sangat bagus hari ini. Kami memiliki empat pertandingan liga untuk mencoba dan tiba di final Piala Skotlandia di saat yang tepat dan jika kami melakukannya, kami memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang istimewa musim ini," imbuhnya.
Celtic unggul lebih dulu di babak pertama ketika sepak pojok Arne Engels dibelokkan oleh pemain Dundee, Ryan Strain, menjadi gol bunuh diri.
Delapan menit kemudian, Nicolas Kuehn menggandakan keunggulan mereka saat ia menyambut umpan silang Daizen Maeda di tiang jauh.
Keduanya berkombinasi untuk mencetak gol ketiga sebelum turun minum, namun kali ini merupakan umpan dari pemain Jepang yang berhasil ditepis oleh Kuehn saat selebrasi berlangsung di area pertahanan tim tamu.
Adam Idah mencetak gol kurang dari dua menit setelah babak kedua dimulai ketika ia menanduk umpan silang Alistair Johnston dari jarak dekat.
Pemain asal Irlandia ini kemudian mencetak gol kedua untuk mengubah skor menjadi 5-0 setelah sebuah pergerakan umpan yang apik dari Celtic, melepaskan tendangannya melewati kiper lawan meskipun sempat ditepis oleh pemain bertahan Dundee, Emmanuel Adegboyega.
“Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, sulit dipercaya bisa memenangkan trofi lagi bersama Celtic,” kata pemain sayap berusia 33 tahun, James Forrest, yang meraih trofi ke-26 bersama Celtic dan menjadi pemain dengan penghargaan terbanyak di klub.
"Ketika Anda semakin tua, Anda lebih menghargainya, Anda tidak menganggapnya remeh,” sambungnya.
"Saya telah bermain di begitu banyak tim bagus selama bertahun-tahun, tim ini berada di atas sana. Standarnya sangat tinggi," pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati