RADAR JOGJA - Jamie Vardy mengkritik dirinya sendiri dan rekan-rekannya di Leicester City setelah mereka terdegradasi dari Premier League/ Liga Inggris, mengatakan bahwa penampilannya sendiri di musim ini adalah sebuah hal yang ‘memalukan’.
Kekalahan 1-0 di kandang sendiri dari pemuncak klasemen sementara, Liverpool, membuat Leicester yang berada di peringkat 19 terdegradasi pada hari Minggu, setelah hanya satu musim berada di divisi utama.
Leicester, yang memenangkan gelar Liga Inggris dengan segala rintangan pada tahun 2016, berada di tengah-tengah penampilan suram, kalah dalam sembilan pertandingan kandang liga terakhir mereka secara beruntun tanpa mencetak gol, sebuah rekor di Inggris.
Mantan pemain internasional Inggris Vardy, pahlawan pencetak gol the Foxes saat meraih gelar juara 2016 dan pemenang Sepatu Emas Premier League pada 2019-20, juga gagal tampil mengesankan, dengan hanya mencetak tujuh gol liga dalam 31 penampilan musim ini.
"Pada titik ini, saya bahkan tidak tahu harus berkata apa. Tidak ada kata-kata yang bisa mengekspresikan perasaan marah dan sedih saya dengan cara musim ini berjalan," kata pemain berusia 38 tahun itu dalam sebuah unggahan di media sosial.
"Tidak ada alasan. Secara kolektif, sebagai pemain dan klub, kami gagal. Tidak ada yang bisa disembunyikan, dan saya menolak untuk melayani saran apa pun untuk melakukannya,” imbuhnya.
"Setelah berada di klub ini begitu lama, kami telah mengalami begitu banyak pencapaian dan kesuksesan dan musim ini sangat menyedihkan dan bagi saya pribadi, sangat memalukan. Rasanya menyakitkan, dan saya tahu Anda juga merasakannya. Kepada para penggemar: Saya minta maaf. Maaf kami belum tampil, dan maaf kami mengakhiri musim 2025 dengan penampilan yang buruk," tegasnya.
Leicester, yang berada di urutan ke-19 klasemen dengan 18 poin dari 33 pertandingan, selanjutnya akan bertandang menghadapi Wolverhampton Wanderers pada pekan mendatang.
Editor : Satria Putra Sejati