SLEMAN - Puluhan ribu suporter PSS Sleman mengungkapkan kekecewaan usai tim kesayangannya lagi-lagi gagal mengamankan tiga poin meski bermain di markasnya sendiri, Maguwoharjo International Stadium (MagIS), tadi malam (17/4). Pada laga pekan ke-29, Super Elja harus rela dipermalukan tamunya, Dewa United dengan skor akhir 0-1.
Suporter yang kecewa menjadikan laga "kandang perdana" usai menjadi tim musafir karena stadion direnovasi, tidak mau menyanyikan lagu Sampai Kau Bisa setelah laga selesai. Yang terjadi sebaliknya, mereka melontarkan umpatan kepada tim yang lagi-lagi gagal meraih poin meski di depan publiknya sendiri.
Satu-satunya gol dari Dewa United di laga ini tercipta melalui striker asingnya Alexis Messidoro pada menit ke-29. Dari gol itu pula membuat PSS semakin betah menjadi juru kunci klasemen sementara Liga 1 musim ini.
Pelatih Kepala PSS Sleman Pieter Huistra menyebut, sebenarnya laga melawan Dewa United kali ini merupakan laga krusial bagi timnya. Sebab, ini merupakan debut perdana Laskar Sembada di kandangnya sendiri Maguwoharjo. "Stadion penuh, senang dilihat dan dirasakan," katanya usai pertandingan.
Menurut Huistra, sebenarnya di laga ini PSS bisa mengontrol permainan di babak pertama. Para pemain mempunyai banyak peluang, tapi sayang penyelesaian akhir masih kurang beruntung.
"Kami juga kehilangan Cleberson dan Betinho, sehingga kami memasukkan pemain muda. Saya tidak bisa menyalahkan dan mereka memperlihatkan apa yang mereka bisa, ini penting," jelasnya.
Pada babak kedua Huistra menilai PSS sebenarnya mempunyai banyak kesempatan untuk mencetak gol. Anak asuhya berhasil menekan Dewa United lebih dekat dan banyak memiliki kesempatan. Tapi lagi-lagi Hokky Caraka dan kawan-kawan belum bisa memaksimalkan peluang yang ada.
"Kami memerlukan energi yang banyak. Tapi saya senang dengan energi pemain bisa main 90 menit. Namun hasilnya menurut saya tidak pantas didapatkan. Suporter layak mendapatkan hasil bagus," ucapnya.
Bek PSS Kevin Gomes mengaku meski merasa senang karena bisa kembali ke Maguwoharjo, sayang lagi-lagi timnya belum bisa mendapatkan hasil maksimal. Akan tetapi, menurutnya, di laga ini para pemain PSS mendapatkan banyak kesempatan dan sudah bermain maksimal.
Namun, mental para pemain jatuh usai timnya kebobolan. "Kami harus tanggung jawab dan main baik di babak pertama. Babak kedua juga agresif. Tapi kami belum memaksimalkan peluang yang ada," tegasnya.
Pelatih Kepala Dewa United Jan Olde Riekerink mengakui timnya harus bekerja keras untuk menguji kekuatan tuan rumah. Sebab PSS bermain di depan puluhan ribu pendukungnya.
Kadaan ini membuat para pemain Dewa United sedikit kesulitan di babak pertama, terutama di lini tengah dan sayap. "Semua bekerja baik dan kami harus kembali ke mental kami," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun