Event ini akan berlangsung di Student Center Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dengan melibatkan peserta dari berbagai negara Asia Tenggara.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam (PA) X, menyambut baik ajang ini.
Dalam pertemuan bersama PPHI yang berlangsung di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Rabu (16/04), PA X menyampaikan harapannya agar selain kompetisi, ada pula ekshibisi untuk memperkenalkan hapkido kepada masyarakat luas.
“Saran saya, jika dengan adanya kompetisi tersebut, hapkido juga dapat melakukan ekshibisi agar masyarakat yang masih belum mengetahui hapkido ini dapat mengenal dengan baik dan menjadi aware,” ujar PA X.
Lebih dari sekadar pertandingan, ajang ini juga dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Yogyakarta kepada tamu-tamu dari dalam dan luar negeri.
Sri Paduka bahkan menyarankan agar para peserta mendapatkan cenderamata khas Jogja sebagai bentuk promosi budaya sekaligus pemberdayaan UMKM lokal.
“Tamu-tamu yang datang bisa diberikan cenderamata yang mewakili daerah Jogja. Ini bisa sekaligus menjadi ajang memperkenalkan budaya serta meningkatkan pendapatan UMKM kami,” imbuh beliau.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknik PPHI, Vincentius Suryadi, mengungkapkan bahwa beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Kamboja sudah mengkonfirmasi partisipasi mereka.
Sebelum kompetisi dimulai, akan diadakan pula International Referee Seminar (Daeryun) pada 13 Juni 2025, yang menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas dan standar kejuaraan.
Selain pertandingan utama, panitia juga menggagas berbagai lomba pendukung, seperti kompetisi fotografi yang melibatkan UKM di bidang dokumentasi.
Ini diharapkan bisa menambah semarak acara dan memberikan apresiasi bagi pelaku seni visual yang turut mendukung penyelenggaraan.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PPHI, GBPH. H. Prabukusumo, Ketua Pengda Hapkido DIY, GPH Indrokusumo, serta jajaran pengurus KONI DIY.
Semuanya menyatakan komitmen untuk menjadikan kejuaraan ini sebagai momen penting bagi perkembangan hapkido di Asia Tenggara dan kebangkitan sport tourism di Yogyakarta.
Penulis: Abel Alma Putri
Editor : Bahana.