RADAR JOGJA - Penampilan Tottenham Hotspur yang penuh dengan kesalahan menyebabkan kekalahan tandang 4-2 atas Wolverhampton Wanderers pada Minggu (13/4) malam, membuat mereka menelan kekalahan keempat dalam enam pertandingan Liga Inggris dan memperdalam krisis yang dialami oleh pelatih Ange Postecoglou.
Wolves memanfaatkan kekalahan 2-1 West Ham United di kandang Liverpool untuk naik ke peringkat 16 klasemen dengan 35 poin, unggul selisih gol dari the Hammers dan 14 poin dari Ipswich yang berada di peringkat 18 dengan enam pertandingan tersisa.
Ketika Wolves bermain dengan penuh kekuatan dan tujuan, Tottenham bermain kurang tenang dan kesalahan-kesalahan individu menjadi penyebab dari keempat gol yang tercipta, saat mereka mengalami kekalahan yang membuat mereka hanya unggul dua poin dari tuan rumah yang berada di peringkat 15.
“Saya pikir kami berada dalam permainan dengan baik dan mengendalikannya dengan sangat baik, namun kami terus saja kemasukan gol-gol yang sangat buruk,” ujar Postecoglou.
Laga itu dimulai dengan buruk bagi the Lilywhites ketika sebuah tendangan yang tidak sempurna dari kiper mereka, Guglielmo Vicario, membuat Rayan Ait-Nouri melepaskan tendangan yang memantul ke dalam gawang dan mencetak gol pembuka bagi Wolves setelah 85 detik.
Malam Vicario berubah dari buruk menjadi lebih buruk tujuh menit sebelum jeda saat ia menangkis bola yang mengenai bek Tottenham, Djed Spence, yang menyaksikan dengan ngeri saat bola memantul darinya dan masuk ke dalam gawang.
Tim tamu berhasil mencetak gol balasan melalui Mathys Tel di menit ke-59 saat ia melintas di tiang jauh tanpa diketahui oleh Nelson Semedo, dan Tel melepaskan tembakan yang sempat mengenai pemain bertahan asal Portugal tersebut sebelum melewati garis gawang.
Apapun harapan yang dimiliki the Lilywhites untuk bangkit dengan cepat padam ketika mereka kembali kebobolan lima menit kemudian setelah kesalahan dari Cristian Romero membuat Ait-Nouri mengambil bola liar dan memberikannya kepada Jorgen Strand Larsen untuk mencetak gol ke gawang yang kosong.
Pemain pengganti Richarlison membalas satu gol lagi pada menit ke-85 dengan sundulan jarak dekat, namun sekali lagi Tottenham melakukan tindakan sabotase saat Lucas Bergvall memberikan bola kepada Matheus Cunha untuk mengubah skor menjadi 4-2.
“Pertandingan yang lucu, penampilannya tidak terlalu buruk, tetapi jelas gol-gol yang kami kemasukan, mereka jelas menyulitkan kami secara umum,” kata Postecoglou.
Dengan para penggemar Wolves bernyanyi bahwa dia akan dipecat di pagi hari dan para penggemar Tottenham yang melakukan perjalanan meninggalkannya tanpa keraguan tentang kekecewaan mereka, pelatih berusia 59 tahun asal Australia ini merasa optimis saat dia menatap leg kedua perempat final Europa League timnya pada pertengahan pekan.
“Mereka jelas tidak senang, dan seharusnya tidak senang, dan kami juga tidak senang. Saya tidak senang, semua orang tidak senang, tetapi yang bisa kami lakukan adalah memulihkan diri sekarang dan bersiap-siap untuk hari Kamis,” pungkasnya.
Editor : Bahana.