RADAR JOGJA – Kemenangan Timnas Indonesia 1-0 atas Bahrain pada matchday kedelapan grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran ketiga menyisakan beberapa pertanyaan.
Meskipun begitu, Timnas Indonesia mendapatkan tiga poin krusial yang membawa skuad Garuda bertengger di peringkat ke empat dengan Sembilan poin dan masih dalam posisi untuk meraih satu tempat di ronde keempat.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa (25/3) lalu, Skuad Garuda cukup tampil dominan dengan Bahrain yang dibuat tak mampu berbuat banyak.
Namun, kegigihan lini belakang tim besutan Patrick Kluivert yang diisi oleh Jay Idzes, Rizky Ridho dan Justin Hubner cukup membuat Bahrain keheranan karena terlalu disiplin.
Bahkan ada momen dimana Ridho terjatuh dan kesulitan untuk melanjutkan permainan karena kram di menit akhir pertandingan. Dengan tidak adanya slot untuk melakukan pergantian, pemain Persija tersebut memaksakan pertandingan namu sebagai lini serang.
Dalam poscast kanal Youtube, The Haye Way, Thom Haye mengatakan perubahan posisi yang dilakukan Ridho ternyata merupakan keinginannya sendiri.
“Ridho dengan Kram namun masih melanjutkannya,” ujar Thom.
“Pada akhirnya lucu sekali karena dia tidak bisa berjalan lagi dan kami tidak bisa menggantikannya,” lanjutnya.
“Dia berkata kepada pelatih ‘saya masuk, tapi mungkin lebih baik di depan karena jika dibelakang pasti hanya bakal mengganggu karena saya bisa jatuh setiap saat’,” jelasnya.
Karena kegigihan tersebut, tiga orang dalam podcast, Neal Petersen, Haye dan Joey Pelupessy mengakui kehebatan dan semangat pantang menyerah dari seorang Rizky Ridho.
“Saya penggemarnya,” ujar Neal. “Saya menyukainya,” timpal Joey.
Editor : Bahana.