RADAR JOGJA - Xabi Alonso mengatakan Bayer Leverkusen harus menggunakan 'Keajaiban Istanbul' milik Liverpool sebagai motivasi untuk melakukan perlawanan melawan Bayern Munich di Liga Champions setelah mengalami kekalahan 3-0 di babak 16 besar dari sang pemuncak klasemen Bundesliga.
Dua gol dari Harry Kane dan satu gol dari Jamal Musiala memberikan Bayern keunggulan di leg pertama sebelum pertandingan leg kedua hari Rabu mendatang, ketika Leverkusen tidak akan diperkuat oleh gelandang Nordi Mukiele yang diusir keluar lapangan karena menerima dua kartu kuning di Allianz Arena.
Leverkusen mencatatkan kemenangan kandang 3-0 atas Bayern dalam perjalanan mereka meraih gelar juara Jerman untuk pertama kalinya musim lalu dan skor yang sama harus diulangi agar tim asuhan Alonso dapat bertahan di pertandingan pekan depan.
Namun setelah membantu Liverpool bangkit dari ketertinggalan 3-0 di babak pertama melawan AC Milan untuk memenangkan final Liga Champions 2005 di Istanbul, pelatih Leverkusen, Alonso, mengatakan bahwa timnya dapat meraih hasil yang sama di BayArena pekan depan.
“Tentu saja,” ujar Alonso ketika ditanya mengenai penggunaan kemenangan Liverpool sebagai inspirasi.
“Butuh waktu untuk menganalisa dan memikirkan hasil ini karena kami telah dikalahkan dengan baik. Segalanya berjalan tidak sesuai dengan kami karena kami," imbuhnya.
“Tetapi ini belum berakhir sampai selesai dan, seperti yang Anda katakan, apa pun bisa terjadi. Pola pikirnya harus seperti itu dan jika ada kesempatan, kami akan berjuang untuk itu.
“Kami harus melawan balik. Kami akan belajar dari hal ini dan percaya pada leg kedua. Kami tidak akan menyerah begitu saja.
“Tiga gol? Anda tidak pernah tahu. Satu gol dapat mengubah segalanya.”
Setelah kemasukan gol pembuka di menit keempat, Leverkusen juga melihat Mukiele diusir keluar lapangan dan wasit Michael Oliver memberikan Bayern hadiah penalti menyusul intervensi VAR setelah tantangan dari Edmond Tapsoba kepada Kane.
Namun Alonso mengatakan bahwa timnya sebagian besar adalah arsitek dari kejatuhan mereka sendiri.
“Banyak hal yang tidak menguntungkan kami hari ini, tetapi itu adalah kesalahan kami sendiri,” katanya.
“Kami tidak memiliki kontrol yang baik dan membuat kesalahan-kesalahan besar. Hal itu jelas sangat menjengkelkan,” tegasnya.
Editor : Bahana.