Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pieter Huistra: PSS Sleman Seperti Raksasa Yang Tertidur, Sebuah Kehormatan Bagi Saya Menjadi Salah Satu Bagiannya

Satria Putra Sejati • Kamis, 20 Februari 2025 | 20:33 WIB
Pieter Huistra sebut PSS Sleman merupakan raksasa yang tertidur (PSS Sleman)
Pieter Huistra sebut PSS Sleman merupakan raksasa yang tertidur (PSS Sleman)

RADAR JOGJA – Pelatih anyar PSS Sleman, Pieter Huistra mengaku Super Elja merupakan salah satu tim besar di persepakbolaan Indonesia.

Dalam latihan perdana setelah teken kontrak resmi menjadi pelatih kepala PSS, pelatih asal Belanda itu mengakui Super Elja seperti raksasa yang tertidur.

Pengakuan Huistra bukan tanpa alasan, PSS kini sedang dalam tahap berjuang untuk keluar dari zona degradasi dimana menurutnya bukan posisi yang pas bagi tim anyar besutannya.

Super Elja kini bertengger di peringkat ke-17 klasemen dengan koleksi 19 poin dari 23 pertandingan.

Dengan menyisakan 11 pertandingan di BRI Liga 1 2024/25, PSS kini tidak boleh kembali terpeleset, apalagi meneruskan hasil minor dimana sudah mencatatkan empat kekalahan secara beruntun dalam empat pertandingan terakhir.

Selain itu, PSS hanya bukukan satu poin dalam lima pertandingan terakhir, tentu saja hasil tersebut merupakan hasil yang sangatlah buruk.

“Menurut sudut pandang saya pribadi, PSS Sleman adalah nama besar di sepak bola Indonesia. Seperti raksasa tidur yang menjadi salah satu tim tradisional di Indonesia," kata mantan pelatih Borneo FC tersebut.

"Sebuah kehormatan bagi saya menerima pekerjaan di sini. Selain hal tersebut, saya dalam posisi tidak melatih tim manapun kemudian hadir di sini,” sambungnya.

Pelatih 58 tahun itu tidak menampik karirnya di PSS bakal sulit, karena dia hadir ditengah kompetisi dan posisi Super Elja yang di zona merah degradasi.

Dia juga menjelaskan harus bisa mengatasi beberapa dinamika di dalam tim yang harus bisa segera diselesaikan secara simultan.

“Kami hanya memiliki waktu singkat untuk mengenal para pemain, mengenal personil-personil yang ada di tim ini. Kemudian pertandingan terdekat melawan Malut United FC juga siap menanti," imbuhnya.

Baca Juga: Hari Ini, Barang Milik Kepala Daerah Peserta Retret di Magelang Mulai Berdatangan

"Tidak ada pilihan selain harus melakukan lompatan besar dengan menjalankan intensitas latihan untuk meraih hasil yang mengesankan,” jelasnya.

PSS dijadwalkan bakal menghadapi Malut United dalam laga tandang pada Minggu (23/2/2025) mendatang.

Malut United sendiri merupakan tim promosi dari Liga 2 yang tengah menunjukkan kekuatannya di Liga 1.

Konsistensi dari tim berjuluk Laskar Kie Raha dapat terlihat dalam beberapa pertandingan dan posisi mereka di papan klasemen dengan menghuni papan tengah atau peringkat Sembilan dengan 33 poin.

Kehadiran Huistra di kubu PSS sendiri tidak lepas dari target besar nan berat, meskipun begitu dia mengaku telah mengidentifikasi permasalahan yang menjerat Super Elja.

“Langkah awal dan sangat jelas, yakni menolak menjadi bagian dari tim zona degradasi. Tentunya kami harus lepas dari jeratan tersebut. Ke depannya 11 pertandingan telah menanti yang berarti 11 pertandingan penentuan,” ucapnya.

“Hal tersebut membuat saya harus bekerja secara efektif, memberikan motivasi kepada tim dan tim juga harus bisa memotivasi dirinya sendiri dan segera mendapatkan poin. Itulah hal krusial untuk situasi saat ini,” tegasnya.

Editor : Bahana.
#PSS #PSS Sleman #BRI Liga 1 #pieter huistra #zona degradasi #Super Elja