RADAR JOGJA - Dikalahkan oleh gol yang mengejutkan pada pertengahan pekan, Atalanta akan mengalihkan perhatian mereka kembali ke Serie A pada Sabtu (15/2) malam, saat mereka menyambut Cagliari yang terancam degradasi di Bergamo.
La Dea hampir saja meraih hasil imbang di Liga Champions melawan Club Brugge sebelum kebobolan melalui penalti yang kontroversial; menjelang pertandingan pekan depan, mereka harus berusaha memperkuat posisi mereka di empat besar di Italia.
Setelah gagal lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions hanya dengan selisih satu poin, Atalanta mungkin berharap dapat mengalahkan Club Brugge di Brussel, saat kedua tim bertarung sengit di leg pertama babak playoff.
Setelah Mario Pasalic mencetak gol sundulan untuk menyamakan kedudukan bagi La Dea, tim tamu tampaknya akan meraih hasil imbang 1-1, namun sebuah drama di menit-menit akhir pertandingan membuat pendulum berbalik ke arah Brugge dimana Isak Hien mendapat penalti setelah hampir menyikut lawannya di dalam kotak penalti, sebelum Gustaf Nilsson mencetak gol dari titik putih.
Sayangnya, hadiah penalti tersebut diprotes keras oleh para pemain dan staf pelatih Atalanta, namun mereka memiliki kesempatan untuk membalas dendam saat tim asal Belgia ini mengunjungi Bergamo pada tengah pekan depan dan pemenang akan menghadapi Lille atau Aston Villa.
Sebagai hasil dari kemunduran tersebut, La Dea kini hanya memenangkan tiga dari 12 pertandingan terakhir mereka, termasuk kekalahan dari Bologna di perempat final Coppa Italia.
Semua kecuali keluar dari perburuan gelar Serie A, mereka setidaknya mengukuhkan cengkeraman mereka di peringkat tiga akhir pekan lalu, saat penyerang Mateo Retegui yang sedang dalam performa terbaiknya mencetak empat dari lima gol mereka dalam kemenangan telak atas Hellas Verona.
Gian Piero Gasperini akan berharap timnya dapat mencatatkan kemenangan beruntun di liga untuk pertama kalinya di tahun ini, dan kesuksesan di pertandingan ini juga akan membuatnya mencapai sebuah pencapaian pribadi dimana 'Gasperini' hanya berjarak satu poin lagi untuk mencatatkan 600 poin sebagai pelatih Atalanta.
Meskipun mereka dikalahkan 1-0 pada pertemuan kedua tim di bulan Desember, Cagliari telah memenangkan empat dari enam pertandingan tandang terakhir mereka melawan tuan rumah pekan ini, setelah gagal meraih kemenangan dalam 14 pertandingan sebelumnya.
Tim asuhan Davide Nicola baru-baru ini semakin menjauh dari zona degradasi dengan mengalahkan rival langsung mereka, Parma, pekan lalu, saat pemain debutan Florinel Coman mencetak gol dari jarak jauh untuk mengamankan kemenangan kandang 2-1 yang sangat penting.
Meskipun mereka unggul empat poin dari Parma, yang menghuni zona degradasi terakhir, catatan pertahanan Rossoblu masih mengkhawatirkan, terutama saat menghadapi lini depan La Dea yang produktif.
Cagliari hanya mencatatkan dua clean sheet musim ini, dan tidak ada satupun di laga tandang. Tidak mengherankan jika mereka hanya memenangkan satu dari sembilan pertandingan liga terakhir mereka di laga tandang dan itu terjadi saat menghadapi Monza yang berada di papan bawah.
Baca Juga: Kevin de Bruyne Sebut Kesuksesan Manchester City Belum Sepenuhnya Dihargai
Hasil-hasil sebelumnya melawan tim-tim besar Italia juga menunjukkan bahwa mereka mungkin akan kesulitan untuk membawa pulang apapun ke Sardinia dimana hanya empat dari 24 poin yang mereka raih saat menghadapi tim-tim yang berada di papan atas.
Head to head:
14/12/2024 Cagliari 0-1 Atalanta
07/04/2024 Cagliari 2-1 Atalanta
24/09/2023 Atalanta 2-0 Cagliari
06/02/2022 Atalanta 1-2 Cagliari
07/11/2021 Cagliari 1-2 Atalanta
Prediksi susunan pemain:
Atalanta (3-4-1-2):
Carnesecchi (GK); Posch, Hien, Djimsiti; Bellanova, Ederson, De Roon, Ruggeri; Brescianini; De Ketelaere, Retegui
Cagliari (4-4-1-1):
Caprile (GK); Zappa, Mina, Luperto, Augello; Zortea, Makoumbou, Adopo, Felici; Viola; Piccoli
Prediksi:
Kami katakan: Atalanta 3-1 Cagliari
Atalanta (15) dan Cagliari (13) telah meraih poin terbanyak dari posisi tertingal di Serie A musim ini, jadi satu gol tidak akan menentukan hasil pertandingan ini.
Tidak ada hasil imbang dalam 19 pertemuan terakhir kedua tim di liga, dan tren tersebut akan berlanjut dengan kemenangan La Dea.
Editor : Bahana.