BALIKPAPAN - Lagi-lagi PSS Sleman harus menelan pil pahit pada kompetisi Liga 1 musim 2024/2025. Pada pekan ke-21, Laskar Sembada harus rela takluk dari Borneo FC dengan skor 0-1 di Stadion Batakan, Balikpapan, kemarin (2/2/2025) sore.
Meski hanya melawan 10 pemain karena satu pemain Pesut Etam -- julukan Borneo FC-- Habibi Yusuf diganjar kartu merah oleh wasit di menit ke-70, anak-anak Sleman masih kesulitan mencetak gol.
Satu-satunya gol dari Dwiky Hardiansyah di menit ke-8 tak mampu dibalas oleh Gustavo Tocantins dan kawan-kawan. Super Elang Jawa pun harus takluk dengan skor tipis oleh tuan rumah.
Atas kekalahan ini membuat PSS tidak beranjak dari posisi 14 klasemen sementara dengan raihan 19 poin. Sedangkan Borneo FC berada di peringkat kedelapan dengan mengantongi 32 poin.
Pelatih Kepala PSS Sleman Mazola Junior mengatakan, sebenarnya pada pertandingan ini kedua tim bermain seimbang.
Borneo FC punya dua sampai tiga kesempatan untuk cetak gol dan dari situ para pemain Pesut Etam bisa membobol gawang Alan Bernardon.
Di sisi lain, PSS juga sebenarnya mempunyai tiga kesempatan untuk mencetak gol. Tapi para pemain tidak bisa menyarangkan bola ke gawang lawan.
"Jadi ada peraturan dalam sepak bola. Tim yang memenangkan pertandingan itu yang masukin gol dan itu yang terbaik dalam pertandingan," katanya usai pertandingan.
Menurut Mazola, kekalahan dari Borneo FC kali ini merupakan hasil berat yang harus dilalui PSS Sleman dalam lanjutan kompetisi ini.
Akan tetapi, apa pun itu pelatih asal Brasil tetap mengapresiasi perjuangan keras yang dilakukan para anak asuhnya di lapangan.
Tak lupa, meskipun mengalami kekalahan, Mazola tetap mengucapkan selamat kepada Borneo FC yang berhasil memenangkan pertandingan ini. Sebab baginya, Borneo berhasil bermain lebih detail dan tenang daripada para anak asuhnya.
"Mungkin jika lebih tenang di depan gawang itu, kami bisa mencetak gol. Kami punya tiga kesempatan yang cukup terang untuk mencetak gol," lontarnya.
Salah seorang pemain muda PSS Dias Syayid Alhawari mengatakan, walaupun timnya bisa bermain bagus di laga ini, tapi keberuntungan belum berpihak.
"Ada beberapa juga kesempatan yang kami buat. Tim lawan lebih bagus di depan gawang untuk mencetak gol," cetusnya.
Atas kekalahan ini, menurut Dias, para pemain berjanji akan bermain lebih fokus melawan Bali United di pekan ke-22 nanti. Pemain muda ini berharap PSS bisa memenangkan pertandingan di laga selanjutnya itu.
"Saya harap bisa dapat tiga poin," tegasnya.
Laga PSS melawan Borneo FC ini berjalan sangat menarik. Pertandingan langsung berjalan alot sejak peluit babak pertama dibunyikan.
Borneo yang bermain di kandangnya sendiri langsung memberikan tekanan. Alhasil Dwiky Hardiansyah berhasil mencetak gol cepat di menit ke-8 melalui sepakan kerasnya. Borneo FC pun unggul 1-0.
PSS yang tertinggal satu gol mencoba mengejar di babak pertama. Ada satu peluang emas yang berhasil didapat.
Tapi striker asing asal Brasil Marcelo Cirino gagal memasukkan bola ke gawang Nadeo Arga, padahal sudah berhadap-hadapan satu lawan satu. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan Borneo.
Memasuki babak kedua, Mazola Junior langsung mencoba melakukan rotasi pemain. Permainan dari PSS seketika berubah.
Pemain lebih bermain agresif di babak kedua. Banyak peluang yang tercipta, tapi Gustavo Tocantins belum bisa memanfaatkannya dengan maksimal.
Memasuki menit ke-70 ada pemain Borneo FC yang mendapatkan kartu merah dari wasit yakni Habibi Yusuf yang melanggar Jayus Hariono.
Habibi Yusuf melakukan sikutan di dada Jayus dengan sengaja. Sehingga wasit pun mengganjarnya dengan kartu merah dan Pesut Etam pun bermain dengan 10 pemain.
Unggul jumlah pemain, PSS terus mencoba membombardir gawang Nadeo Arga. Tim Laskar Sembada bisa lebih dominan dalam menguasai pertandingan.
Upaya demi upaya terus dilakukan Vico Duarte dan kawan-kawan. Bahkan para pemain PSS ini mengurung pertahanan dari Borneo FC.
Banyak peluang yang tercipta. Tapi lagi-lagi penyelesaian akhir dari para pemain PSS Sleman kurang sempurna.
Sampai wasit meniup peluit panjang, PSS sama sekali tidak bisa membobol gawang Borneo FC.
Sehingga mau tidak mau tim kebanggaan masyarakat Sleman ini harus rela kalah tipis dengan skor 0-1 di laga kali ini. (ayu/laz)