RADAR JOGJA - Sebulan setelah laga thriller lima gol di Arab Saudi, dua raksasa Serie A/ Liga Italia, AC Milan dan Inter Milan akan bertemu dalam laga Derbi della Madonnina pada hari Senin (3/1) dini hari di San Siro.
Sementara Inter membutuhkan poin untuk membantu mereka mempertahankan Scudetto, Milan bertujuan untuk mengalahkan musuh mereka untuk ketiga kalinya musim ini.
Sejak kemenangan 2-1 di liga pada bulan September ketika gol kemenangan di menit-menit akhir dari Matteo Gabbia mengakhiri rentetan kekalahan beruntun atas Inter, Milan telah tertinggal jauh di klasemen Serie A.
Defisit mereka saat ini mencapai 16 poin, tetapi Rossoneri yang tidak konsisten masih mampu merusak mimpi Inter untuk meraih quadruple dengan bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk memenangkan final Supercoppa Italiana baru-baru ini.
Gol di menit-menit akhir dari Tammy Abraham di Riyadh juga membuat Milan telah memenangkan dua derbi terakhir di semua kompetisi, kemenangan yang sama banyaknya dengan 13 pertandingan sebelumnya.
Hasil-hasil yang diraih sejak kesuksesan tersebut, yang terjadi dalam waktu satu pekan setelah penunjukan Sergio Conceicao, dan pelatih asal Portugal ini baru saja mengalami kemunduran pertamanya, kalah 2-0 dari Juventus di Turin.
Tim asuhannya bangkit kembali dengan mengalahkan Girona di Liga Champions, kemudian dua kali bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Parma 3-2 akhir pekan lalu, dengan Tijjani Reijnders dan Samuel Chukwueze mencetak gol pada masa tambahan waktu.
Namun, setelah bermain dengan 10 orang dalam pertandingan terakhir mereka di fase liga, kekalahan 2-1 dari Dinamo Zagreb yang membuat mereka tergelincir dari delapan besar, Milan harus mengalahkan Feyenoord dalam babak playoff jika ingin melangkah lebih jauh di kompetisi tertinggi UEFA.
Pertama, Conceicao akan berusaha menjadi pelatih Rossoneri kedua dalam 35 tahun terakhir yang memenangkan dua derbi pertamanya, sekaligus meningkatkan harapan untuk kembali ke Eropa musim depan.
Sementara Milan harus bersusah payah untuk mencapai babak 16 besar Liga Champions, Inter berhasil mengalahkan Monaco pada pertengahan pekan, saat kemenangan kandang 3-0 mereka memastikan kelolosan ke babak berikutnya dengan finis di posisi kedua di fase liga.
Kembali ke performa terbaiknya setelah jeda di awal musim, Capocannoniere musim lalu, kapten Lautaro Martinez, mencetak hat-trick, setelah mencetak gol dalam kemenangan 4-0 di liga atas Lecce.
Hasil tersebut membuat sang juara bertahan tetap berjarak tiga poin dari pemuncak klasemen Napoli, dan tampaknya akan menjadi persaingan dua tim untuk memperebutkan gelar juara Italia, dengan Atalanta BC yang kini membuntuti di belakang.
Inter telah mencetak 55 gol di Serie A musim ini dan rekor pertahanan mereka juga sama mengesankannya.
Nerazzurri tidak hanya berhasil melewati delapan laga Eropa dengan hanya kebobolan satu gol, namun mereka juga berhasil mencatatkan clean sheet dalam tujuh laga tandang terakhir mereka di liga.
Dengan skor agregat 23-0 untuk kemenangan mereka selama periode tersebut, skuat asuhan Simone Inzaghi kini dapat menyamai rekor nasional Milan, yaitu delapan gol tanpa kebobolan saat mereka bertandang sebagai tim tamu.
Head to head:
07/01/2025 Inter 2-3 AC Milan (Supercopa Italiana)
23/09/2024 Inter 1-2 AC Milan (Serie A)
23/04/2024 AC Milan 1-2 Inter (Serie A)
16/09/2023 Inter 2-3 AC Milan (Serie A)
17/05/2023 Inter 2-3 AC Milan (Liga Champions)
Prediksi susunan pemain:
AC Milan (4-2-3-1):
Maignan (GK); Walker, Tomori, Pavlovic, Hernandez; Bennacer, Musah; Pulisic, Reijnders, Leao; Abraham
Inter (3-5-2):
Sommer (GK); Pavard, De Vrij, Bastoni; Dumfries, Barella, Asllani, Mkhitaryan, Dimarco; Martinez, Thuram
Prediksi:
Kami katakan: AC Milan 1-3 Inter Milan
Terakhir kali Inter gagal mencetak gol sebelum turun minum dalam sebuah pertandingan derbi Serie A terjadi pada bulan Februari 2020, jadi kita akan melihat sebuah awal yang baik dari tim yang ingin membalas dendam atas kekalahan beruntun.
Saat Milan masih dalam keadaan berantakan, sang rival sekota telah mendekati penampilan terbaiknya dalam beberapa pekan terakhir dan seharusnya akan sangat sulit untuk dihadapi.
Editor : Bahana.