JOGJA - Dalam laga sengit babak 8 besar Liga 2 musim 2024/2025 di Stadion Kaharuddin Nasution, Minggu (26/1/2025) sore lalu PSIM Jogja berhasil membawa pulang tiga poin berharga, setelah menaklukkan tuan rumah PSPS Pekanbaru dengan skor tipis 1-0.
Selain membawa Laskar Mataram ke puncak klasemen sementara Grup X, kemenangan itu juga semakin manis karena diraih di tengah dukungan penuh suporter tuan rumah yang tak henti-hentinya memberikan tekanan.
Caretaker tim PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menjelaskan, beberapa faktor kunci di balik keberhasilan anak asuhnya saat melawan tim Askar Bertuah, julukan PSPS Pekanbaru. Menurutnya, strategi permainan yang diterapkan oleh tim pelatih PSIM terbukti efektif.
Jajaran pelatih telah mempelajari betul kekuatan dan kelemahan PSPS Pekanbaru. Sehingga formasi yang diterapkan tim pelatih PSIM berhasil mengecoh lini pertahanan tuan rumah.
Tak hanya itu, mental baja para pemain PSIM juga menjadi kunci keberhasilan tim. Tekanan dari ribuan suporter tuan rumah tidak membuat anak-anak Jogja gentar. Justru mereka mampu memanfaatkan tekanan itu menjadi motivasi tambahan untuk tampil lebih baik.
Salah satu sorotan menarik dalam pertandingan itu adalah keputusan Erwan Hendarwanto menarik keluar Omid Popalzay pada pertengahan babak kedua. Banyak pihak mengaitkan pemain asal Afghanistan itu ditarik keluar lantaran mendapatkan tekanan dan teriakan dari suporter tuan rumah. Namun dengan tegas Erwan membantah hal itu.
"Kami membuat game plan, jadi bukan karena Omid diterikai suporter, sehingga tidak maksimal. Ini strategi yang kami persiapkan, termasuk kami persiapkan Rafa (Rafinha) di babak kedua," jelasnya Senin (27/1/2025).
Dalam laga itu, gol semata wayang PSIM dicetak oleh striker asingnya Rafael de Sa Rodrigues atau akrab disapa Rafinha. Ia memanfaatkan umpan tendangan bebas dari Yudha Alkanza. Striker asal Brasil ini membawa keunggulan untuk PSIM di menit ke-85.
Namun menariknya, Rafinha yang selalu menjadi starter di setiap pertandingan PSIM pada laga itu malah menjadi pemain cadangan. Erwan memilih Irvan Mofu untuk menjadi starter ujung tombak pada laga itu.
"Selama ini Rafa jadi target man kami. Jadi lawan mengetahui. Kami pasang Mofu dan kami sudah siapkan dari latihan," cetusnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita