RADAR JOGJA - Piala Dunia 2034 akan diselenggarakan di Arab Saudi dan Piala Dunia 2030 akan diselenggarakan di Maroko, Portugal dan Spanyol dengan tiga pertandingan yang diselenggarakan di tiga negara Amerika Selatan, FIFA mengkonfirmasi dalam kongres umum luar biasa pada Rabu (11/12) malam.
Keputusan tersebut diumumkan oleh presiden FIFA, Gianni Infantino setelah kongres virtual. Piala Dunia 2030 dan 2034 masing-masing hanya memiliki satu penawaran dan keduanya dikonfirmasi secara aklamasi oleh tepuk tangan lebih dari 200 federasi anggota FIFA.
“Kami membawa sepak bola ke lebih banyak negara dan jumlah tim tidak mengurangi kualitas. Hal itu justru meningkatkan peluang,” kata Infantino tentang Piala Dunia 2030.
“Suara dari kongres sangat keras dan jelas,” kata Infantino, yang meminta para pejabat di layar lebar untuk bertepuk tangan setinggi kepala untuk menunjukkan dukungan mereka.
Arab Saudi adalah satu-satunya penawar untuk turnamen edisi 2034.
“Ini adalah momen bersejarah bagi Arab Saudi dan mimpi yang menjadi kenyataan bagi 32 juta orang kami yang sangat menyukai permainan ini,” kata Pangeran Abdulaziz bin Turki bin Faisal Al Saud, presiden Komite Olimpiade dan Paralimpiade Arab Saudi.
“Kerajaan sedang dalam perjalanan transformasi yang luar biasa di bawah Visi 2030 dan hari ini adalah langkah besar ke depan yang mencerminkan dan merayakan kemajuan kami sambil menatap masa depan yang lebih cerah,” sambungnya.
Ke-211 anggota federasi juga diberikan opsi pemungutan suara tunggal untuk kompetisi 2030 di mana Uruguay, Paraguay, dan Argentina masing-masing akan menjadi tuan rumah satu pertandingan untuk pembuka turnamen.
Hal ini akan memungkinkan FIFA untuk menggelar pertandingan pembukaan di ibu kota Uruguay, Montevideo, di mana Stadion Centenario menjadi tuan rumah final Piala Dunia 1930 yang pertama seabad sebelumnya.
“Cara apa yang lebih baik untuk merayakan ulang tahun ke-100 pada tahun 2030 selain menyelenggarakan Piala Dunia di enam negara, di tiga benua, dengan 48 tim dan 104 pertandingan epik,” kata Infantino.
“Dunia akan diam dan akan merayakan 100 tahun Piala Dunia,” imbuhnya.
Baca Juga: Kenaikan Upah di DIY Dinilai Masih Kurang Layak, Majelis Pekerja Buruh Indonesia DIY Menolak
“Selamat kepada semua penawar yang telah mengajukan dokumen yang bagus, tetapi saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada enam presiden konfederasi dan tim mereka,” tegasnya.
Pada tahun 2023, FIFA mengatakan bahwa Piala Dunia 2034 akan diselenggarakan di wilayah Asia atau Oseania, dengan Konfederasi Sepak Bola Asia memberikan dukungannya di belakang tawaran Saudi.
Australia dan Indonesia juga telah melakukan pembicaraan mengenai tawaran bersama tetapi tidak jadi mengajukan diri.
FIFA mengumumkan bahwa kedua tawaran tersebut tidak akan diganggu gugat pada tahun 2023, menyisakan sedikit ruang untuk keraguan.
“Sepak bola ada di hati kami, jadi menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA adalah kehormatan tertinggi dan kami telah bekerja untuk hal ini untuk waktu yang sangat lama,” kata presiden Federasi Sepak Bola Arab Saudi Yasser Al Misehal.
“Kami menyambut baik tanggung jawab dan kesempatan untuk membantu mengembangkan permainan secara global untuk semua orang dan memberikan kontribusi positif di panggung dunia,” tambahnya.
Mantan pemain Manchester United dan Real Madrid, Cristiano Ronaldo mengakui perkembangan Arab Saudi di dunia sepak bola dan Piala Dunia 2034 bisa menjadi yang terbaik.
“Ini luar biasa. Infrastruktur, stadion, kondisi untuk para penggemar dan semuanya. Setelah apa yang saya lihat, saya semakin yakin bahwa 2034 akan menjadi Piala Dunia terbaik yang pernah ada,” ujar Cristiano Ronaldo dalam sebuah rekaman yang diposting di X.
Pemenang Ballon d'Or lima kali ini telah menjadi bagian dari pengeluaran mewah Arab Saudi untuk sepak bola dengan mengejutkan olahraga ini ketika setuju untuk menandatangani kontrak dengan Al Nassr pada tahun 2022 dengan gaji yang memecahkan rekor yang dilaporkan bernilai hingga 200 juta dolar per tahun.
Editor : Bahana.