RADAR JOGJA - Seorang anak di bawah umur yang melakukan pelecehan rasial terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam pertandingan La Liga/ Liga Spanyol di Rayo Vallecano musim lalu telah meminta maaf kepadanya, demikian pernyataan klub pada hari Jumat.
Bocah itu diidentifikasi dan dilaporkan oleh La Liga karena melontarkan hinaan rasis kepada pemain internasional Brasil itu saat hasil imbang 1-1 melawan Rayo di stadion Vallecas pada 18 Februari.
Karena statusnya sebagai anak di bawah umur, pelaku mencapai kesepakatan di luar pengadilan, yang mencakup menulis surat permintaan maaf serta melakukan 40 jam kegiatan sosial-pendidikan yang diminta oleh Kantor Kejaksaan Anak di Bawah Umur.
Selain itu, ia juga harus menjalani satu tahun larangan mengikuti pertandingan di kompetisi sepak bola resmi dan harus membayar denda yang diberikan oleh Komisi Negara Anti Kekerasan, Rasisme, Xenofobia dan Intoleransi di bidang olahraga.
“Sejak bulan Juni yang lalu, telah dilakukan empat proses hukum, baik dalam yurisdiksi kriminal maupun yurisdiksi anak, yang telah berakhir dengan hukuman bagi para pelaku tindakan-tindakan rasis yang tidak dapat diterima yang dilakukan terhadap para pemain Real Madrid, baik di stadion-stadion olahraga yang berbeda, maupun di forum-forum dan media social,” tulis pernyataan Real Madrid.
“Real Madrid telah bertindak sebagai jaksa penuntut umum bersama dengan para pemainnya dalam proses-proses ini dan saat ini sedang melakukan penuntutan terhadap pihak-pihak lain, dan akan terus berusaha untuk melindungi nilai-nilai klub kami dan memberantas segala bentuk tindakan rasialisme di dunia sepakbola dan olahraga,” lanjut pernyataan itu.
Sebagai salah satu tokoh utama dalam memerangi rasisme, Vinicius mengakui bahwa ia sangat menderita dan masih menderita karena pelecehan yang dialaminya sejak tiba di Spanyol pada tahun 2018.
La Liga dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) telah berupaya memerangi rasisme di negara ini.
Pada bulan Juni, tiga penggemar Valencia dipenjara selama delapan bulan karena melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius selama pertandingan La Liga pada bulan Mei 2023, dalam vonis pertama dari jenisnya di Spanyol.
Pada bulan September, pengadilan Spanyol menjatuhkan hukuman percobaan selama 12 bulan kepada seorang pendukung Mallorca yang melakukan penghinaan rasis terhadap Vinicius dan pemain Villarreal, Samuel Chukwueze, pada bulan Februari 2023.
Pada bulan Oktober, polisi nasional Spanyol menangkap empat orang yang bertanggung jawab atas kampanye kebencian terhadap Vinicius.
Editor : Bahana.