Dalam partai final yang digelar kemarin, BOSA sukses meraih gelar juara kesepuluhnya setelah mengalahkan SMA Olifant Yogyakarta dengan skor 62-37.
Prestasi ini juga memperpanjang rekor BOSA yang belum pernah kalah sejak tahun 2016, menjadikannya sebagai tim tak terkalahkan selama delapan musim berturut-turut.
Di bawah bimbingan pelatih Adjie Putra, BOSA mendominasi pertandingan sejak kuarter pertama. Strategi BOSA terlihat efektif dalam menahan serangan lawan, terbukti dengan keberhasilan mereka memaksa pemain andalan Olifant, Yowel Son, melakukan dua pelanggaran di awal pertandingan. Kondisi ini menghambat performa Olifant, yang akhirnya harus tertinggal 11 poin di akhir paruh pertama.
Permainan solid BOSA berlanjut ke kuarter kedua dan ketiga, di mana Olifant hanya mampu mencetak 14 poin sementara BOSA mencatatkan tambahan 27 poin.
Tekanan dan ekspektasi yang tinggi sebagai tim debutan tampak membebani Olifant, terlihat dari 41 turnover yang mereka lakukan.
Asisten pelatih Ichsan Gigih mengungkapkan rahasia keberhasilan BOSA musim ini, “Kuncinya ada pada kemauan anak-anak.
Dari awal mereka tahu kalau masuk di tim BOSA itu apa. Semuanya sudah sepakat untuk mempertahankan gelar juara.”
Dalam laga ini, tiga pemain BOSA tampil impresif dengan mencetak dua digit poin: Ishak Benniray dan Lingga Wisnujati masing-masing mencetak 11 poin, sementara Joshua Allan menambah 10 poin.
Sementara di sisi Olifant, Yowel Son menjadi satu-satunya pemain dengan kontribusi signifikan, mencetak 10 poin.
Kemenangan ini semakin memperkuat posisi BOSA sebagai tim yang mendominasi DBL Yogyakarta, sekaligus mencatatkan sejarah dengan membawa pulang gelar kesepuluh. Selamat untuk BOSA atas pencapaian luar biasa ini!
Editor : Bahana.