Kemenangan dramatis ini diraih setelah mengalahkan SMAN 3 Yogyakarta (Padmanaba) dengan skor tipis 51-47 melalui babak overtime.
Kemenangan ini sekaligus menandai kembalinya Stece ke final setelah absen sejak musim 2021.
Pertandingan berlangsung sengit sejak kuarter pertama. Stece sempat unggul dengan margin 13 poin, namun Padmanaba mampu menyamakan kedudukan hingga skor akhir kuarter keempat menjadi 44-44.
Salah satu momen kunci terjadi ketika Natasya Gracia, pemain kelas 10 dari Stece, mencetak tembakan tiga angka yang membuat skor kembali imbang di dua menit terakhir kuarter keempat.
“Sebenarnya aku nggak menyangka kalau itu akan masuk. Aku juga kurang percaya diri,” ujar Natasya, yang mendapat dorongan dari pelatih Tio Kristian untuk mengambil kesempatan tembakan. “Coach bilang, ‘Coba aja, tembak sekali dua kali. Kalau nggak masuk, cari cara lain,’” tambahnya.
Peran Natasya kembali krusial di babak overtime, di mana tembakan dua angkanya berhasil memastikan kemenangan Stece.
Dengan hasil ini, tim Srikandi Stece akhirnya mematahkan kutukan dan membuka peluang untuk merebut kembali gelar juara yang sempat hilang selama dua musim terakhir.
Pada partai final yang akan berlangsung Sabtu, 9 November 2024, Stece akan berhadapan dengan tim Olifant.
“Iya, ada banyak teman di Olifant. Enjoy the game aja, kita sama-sama kasih yang terbaik,” ucap Natasya.
Pertandingan final Honda DBL with Kopi Good Day Yogyakarta 2024 ini akan menjadi ajang bagi Srikandi Stece untuk meraih kembali kejayaan mereka di liga basket pelajar paling bergengsi di Yogyakarta.
Editor : Bahana.