RADAR JOGJA - Pengamat sepak bola, Yusuf Kurniawan atau yang kerap disapa Yuke menyampaikan pandangannya terkait keputusan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong (STY) dalam memilih pemain U-22 untuk berlaga di Piala AFF 2024.
Menurut Yuke, pilihan Shin Tae Yong ini bukan sekadar keputusan biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk membentuk generasi baru Timnas Indonesia.
Dalam pernyataannya, Yuke menilai bahwa STY tampaknya enggan mengembangkan pemain senior di timnas Indonesia.
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh pandangan STY yang merasa kesulitan untuk mengubah pola pikir dan mentalitas para pemain senior Indonesia.
“STY itu makin ke sini makin ketebak. Dia itu tidak tertarik untuk men-develop pemain-pemain senior domestik yang mungkin dia pikir susah mengubah mindset dan mentalitasnya. Dia dari awal mengedepankan pemain-pemain muda. Itu yang menjadi alasan dia memotong generasi. Sekarang dia coba buat generasi baru dengan U-22 ini,” ujar Bung Yuke.
Lebih lanjut, Yusuf Kurniawan mengungkapkan bahwa pilihan STY terhadap pemain U-22 memiliki visi yang jauh ke depan.
Menurutnya, STY melihat potensi besar di dalam generasi muda ini, terutama bagi mereka yang pernah ia latih di tim U-20 sebelumnya.
Dengan memilih pemain-pemain muda, STY dinilai dapat lebih mudah membentuk mentalitas serta kemampuan mereka secara berkelanjutan.
“Mungkin dia lihat pemain U-22 punya harapan di masa depan. Kalau senior kan sudah agak sulit. Kalau U-22 masih kepegang. Apalagi anak-anak yang pernah dia pegang pas di U-20. Jadi ini memudahkan,” jelasnya.
Tidak hanya berfokus pada Piala AFF, Yuke juga menyoroti bahwa pemilihan pemain U-22 ini sejalan dengan persiapan untuk ajang internasional lainnya, seperti Kualifikasi Piala Asia U-23 tahun 2026 dan SEA Games 2025.
Menurutnya, keputusan STY ini sangat mendukung proyek jangka panjang dalam membangun fondasi sepak bola Indonesia daripada hanya memprioritaskan kemenangan sesaat di AFF.
“Kalau senior target karena belum pernah juara AFF, tetapi setelah itu mau apa? Kan tidak ada, kecuali kebanggaan semu saja. STY ini sudah mikir jauh, melompat,” pungkasnya. (Fedora Reyvi Apta Nayottama)
Editor : Meitika Candra Lantiva