Dalam laga penentu tiket ke babak Fantastic Four, Olifant sukses menaklukkan finalis musim lalu, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Moehi), dengan skor 36-19 di GOR UNY, Yogyakarta.
Ini merupakan penampilan debut Olifant di ajang DBL Yogyakarta, sebuah pencapaian istimewa setelah penantian dua musim untuk merasakan atmosfer kompetisi.
Perasaan emosional meliputi tim saat peluit akhir berbunyi.
“Saya menyebutnya bukan emosional, tapi passion di tim Olifant. Perasaan tersebut yang membuat api semangat anak-anak itu gak pernah padam,” ujar Risdianto Roeslan, pelatih kepala Olifant.
Ini kali pertama bagi tim putra Olifant bermain di GOR UNY yang terkenal dengan suasana intens dan dukungan penonton yang ramai.
“Ini memang sangat personal buat kita. Apalagi buat anak-anak. Baru pertama ini mereka main dengan atmosfer yang wah di DBL. Setiap kesempatan dan peluang yang ada di lapangan harus benar-benar dimanfaatkan betul,” tambah Coach Risdi.
Meski berstatus debutan, Olifant telah menarik perhatian sebagai salah satu tim yang diwaspadai dalam turnamen.
Namun, Coach Risdi selalu menekankan pentingnya menjaga mentalitas dan fokus pemain.
“Saya selalu mengingatkan ke anak-anak untuk selalu menganggap semua lawan sama kuatnya,” katanya.
Strategi unik diterapkan Coach Risdi agar para pemain tetap rendah hati dan terfokus, termasuk membatasi penggunaan media sosial sebelum pertandingan.
“Saya minta tolong ke parents pemain untuk mengontrol screen time anak-anak jelang tanding. Biar mereka tidak terlalu bermain sosmed dan tetap fokus di pertandingan yang bakal dihadapi,” ungkapnya.
Di babak Fantastic Four, Olifant akan menghadapi SMA Kolese De Britto Yogyakarta, yang sebelumnya sudah mengamankan kemenangan pada Senin, 4 November 2024.
“De Britto tim yang kuat. Mereka cepat. Saya sendiri punya standar pada setiap pertandingannya. Bakal menjadi gim yang seru sih,” tutup Coach Risdi dengan antusias.
Editor : Bahana.