Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bruno Fernandes: Lebih Mudah Menyingkirkan Seorang Pelatih Daripada 15 Pemain, Saya Meminta Maaf dan Kecewa Erik ten Hag Pergi

Satria Putra Sejati • Senin, 4 November 2024 | 17:34 WIB
Selebrasi penggawa Manchester United usai Bruno Fernandes cetak gol kedua dalam kemenangan 5-2 atas Leicester City di Carabao Cup
Selebrasi penggawa Manchester United usai Bruno Fernandes cetak gol kedua dalam kemenangan 5-2 atas Leicester City di Carabao Cup

RADAR JOGJA - Bruno Fernandes mengungkapkan dia telah menelepon Erik ten Hag untuk meminta maaf setelah pelatih asal Belanda itu dipecat oleh Manchester United.

Fernandes mencetak gol penalti saat Manchester United bermain imbang 1-1 di Old Trafford dengan Chelsea pada pertandingan pertama mereka di Liga Inggris/ Premier League sejak pemecatan Ten Hag pada hari Senin.

Sang gelandang mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan mantan bosnya menyusul keputusan tersebut dan mengakui bahwa para pemain harus ikut bertanggung jawab atas kepergian Ten Hag.

“Setiap kali Anda melihat seorang pelatih pergi, Anda harus menimpakan sebagian kesalahan pada diri Anda sendiri, itu terjadi karena tim tidak bekerja dengan baik,” kata Fernandes.

“Lebih mudah menyingkirkan seorang manajer daripada 15 pemain. Saya berbicara dengan manajer (Ten Hag) dan meminta maaf kepadanya, saya kecewa dia pergi dan saya mencoba membantunya. Saya tidak mencetak gol, kami tidak mencetak gol dan saya merasa bertanggung jawab,” imbuhnya.

“Tidak baik bagi siapa pun di klub ketika manajer pergi. Tim bukanlah yang terbaik, hasil-hasilnya bukanlah yang terbaik dan dialah yang harus menanggung akibatnya,” jelasnya.

Setelah kepergian Ten Hag, Setan Merah telah mengalahkan Leicester di Carabao Cup dan bermain imbang dengan Chelsea di Liga Inggris di bawah asuhan pelatih sementara Ruud van Nistelrooy.

Dia memiliki dua pertandingan lagi untuk ditangani sebelum Ruben Amorim mengambil alih pada 11 November.

Van Nistelrooy mengakui bahwa ini merupakan pekan yang sulit di klub dan mengatakan bahwa para pemain harus berkaca setelah awal yang buruk di musim ini.

“Sangat sulit sejak Senin lalu hingga hari ini, enam hari, sebuah rollercoaster emosi,” ujar Van Nistelrooy.

“Sangat menyedihkan melihat Erik pergi. Keesokan harinya Anda harus mulai fokus untuk mempersiapkan para pemain untuk menghadapi Leicester karena 75.000 orang hadir di Old Trafford dan para pemain merasa memiliki kewajiban untuk tampil lebih baik,” lanjutnya.

“Mereka berkaca dan reaksi mereka saat itu dan hari ini menunjukkan bahwa mereka memikirkan banyak hal,” tegasnya.

Masa depan jangka panjang Van Nistelrooy masih dalam tanda tanya setelah Amorim menyatakan niatnya untuk membawa staf kepelatihannya sendiri ke Old Trafford.

Pelatih berusia 48 tahun ini akan memimpin tim menghadapi PAOK di Liga Eropa dan melawan Leicester di Liga Inggris pada akhir pekan ini, namun masih menunggu keputusan apakah ia akan bertahan setelah jeda internasional bulan November.

“Saya terbuka untuk masa depan,” katanya.

“Kami semua akan mendukungnya Amorim dan membantunya membawa Manchester United ke tempat yang kami inginkan,” imbuhnya.

“Saya berharap bisa mengenalnya lebih baik. Dia telah bekerja dengan sangat baik di Portugal. Dia adalah seorang pelatih muda yang berbakat dan dia telah bekerja dengan sangat baik di Portugal,” jelasnya.

Editor : Bahana.
#liga inggris #manchester united #setan merah #bruno fernandes #premier league #erik ten hag #Ruben Amorim #ruud van nistelrooy