JOGJA - Meskipun menang atas tim putra SMAN 10 Jogja (Smuten) di hari kelima penyelenggaraan Honda DBL with Kopi Good Day 2024 D.I. Jogjakarta dengan skor akhir 30-20, jajaran pelatih SMA Budi Mulia Dua (BMD) masih mempunyai banyak pekerjaan rumah (PR) untuk membenahi timnya. Jajaran pelatih tim putra SMA BMD merasa timnya masih bermain kurang maksimal.
Pelatih kepala tim bola basket putra SMA BMD Alfino Rexy mengatakan, di laga perdana melawan Smuten ini anak asuhnya masih bermain kurang fokus. Sehingga banyak peluang yang terbuang sia-sia. "Anak-anak tadi harusnya bisa poin, tapi tidak poin," ucapnya usai pertandingan, Rabu (30/10/2024).
Ya, laga yang mempertemukan antara tim putra BMD melawan Smuten ini berjalan panas dan sengit. Kedua tim yang mendapatkan dukungan penuh dari para suporternya ingin menampilkan permainan terbaiknya.
Anak-anak BMD yang bermain dengan penuh ambisi berhasil memimpin skor sejak awal kuarter. Tapi pasukan Smuten yang tidak mau kalah mencoba mengejar di kuarter akhir pertandingan. Sayang perjuangan dari para pemain SMAN 10 Jogja ini kurang beruntung. Mereka belum bisa mengejar ketertinggalannya. Alhasil mereka harus rela tunduk dari BMD dengan skor akhir 30-20.
Menurut Fino, pada laga melawan SMA Smuten ini sebenarnya dari awal sampai akhir timnya sudah leading. Tapi di akhir-akhir laga pihaknya mencoba mengotak-atik pemain. Sehingga di kuarter akhir timnya hampir terkejar. "Tapi masih bisa mengamankan kemenangan," lontarnya.
Fino menyatakan akan melakukan banyak evaluasi terhadap timnya, terutama di defend dan stamina para anak asuhnya. Mengingat di laga melawan Smuten ini para pemainnya hampir kehabisan stamina di akhir kuarter. "Dua hal itu yang menjadi PR kami," tuturnya.
Sebagai pelatih, Fino juga berharap agar para anak asuhnya bisa belajar dari laga melawan Smuten. Ia ingin para pemain BMD ini bisa lebih baik lagi ke depannya.
"Target selanjutnya bisa jadi kami bertemu juara bertahan tahun lalu. Sehingga pasti PR kami juga lebih banyak lagi," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita