Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jose Mourinho Berulah!!! Mengejek Wasit Setelah Kartu Merah Saat Fenerbahce Melawan Manhester United

Satria Putra Sejati • Jumat, 25 Oktober 2024 | 17:42 WIB

 

Jose Mourinho dalam sesi pers pre-match Liga Eropa setelah hasil imbang Fenerbahce kontra Manchester United
Jose Mourinho dalam sesi pers pre-match Liga Eropa setelah hasil imbang Fenerbahce kontra Manchester United

RADAR JOGJA - Jose Mourinho mengejek penjelasan dari wasit setelah ia mendapat kartu merah saat tim asuhannya, Fenerbahce bermain imbang 1-1 di Liga Eropa/ Europa League melawan mantan klubnya, Manchester United, pada Jumat (25/10) dini hari.

Mourinho mendapat kartu merah sebelum satu jam pertandingan berjalan di tengah-tengah perdebatan sengit dengan wasit, yang tampaknya melibatkan beberapa bahasa yang penuh warna, setelah Fenerbahce ditolak untuk mendapatkan penalti.

Setelah awalnya mengatakan bahwa ia tidak ingin berbicara mengenai keputusan tidak memberikan penalti, Mourinho mengejek penjelasan wasit mengenai insiden tersebut.

“Dia mengatakan sesuatu yang luar biasa,” kata Mourinho.

“Dia mengatakan bahwa pada saat yang sama dia bisa melihat aksi di dalam kotak penalti dan perilaku saya di touchline,” lanjutnya.

“Saya mengucapkan selamat kepadanya karena dia benar-benar luar biasa, penglihatannya yang luar biasa. Selama pertandingan, dengan kecepatan 100 mph, ia memiliki satu mata pada situasi penalti, dan ia memiliki satu mata pada bangku cadangan dan perilaku saya. Itulah penjelasan yang ia berikan kepada saya. Itulah mengapa ia merupakan salah satu wasit terbaik di dunia,” jelasnya.

Mourinho sebelumnya pernah dijatuhi hukuman larangan bermain di Eropa sebanyak empat pertandingan karena melecehkan wasit saat tim asuhannya kalah di final Liga Europa dari Sevilla pada Mei 2023.

Dan dia mengutip insiden itu sebagai alasan dia tidak akan mengajukan banding atas kartu merahnya pada pertandingan itu.

“Jika saya mengajukan banding, saya akan mendapat hukuman enam bulan,” kata Mourinho.

“Sejak final Sevilla-Roma tidak ada yang bisa dilakukan,” imbuhnya.

Mourinho bahkan menyindir bahwa ia akan mengambil pekerjaan di masa depan dengan klub yang tidak bermain di kompetisi Eropa.

“Hal terbaik yang harus saya lakukan adalah ketika saya meninggalkan Fenerbahce, saya pergi ke klub yang tidak bermain di kompetisi UEFA,” katanya.

“Jadi, jika ada klub di Inggris dari papan bawah klasemen yang membutuhkan pelatih dalam dua tahun, saya siap untuk pergi,” tegasnya.

Manchester United unggul lebih dulu dari gol Christian Eriksen di menit ke-15, hanya untuk melihat Youssef En-Nesyri menyamakan kedudukan di menit ke-49, menyundul bola tanpa kawalan dari jarak dekat setelah menerima umpan silang dari Allan Saint-Maximin.

Hasil tersebut membuat Fenerbahce tetap tak terkalahkan dengan lima poin dari tiga pertandingan, namun Mourinho mengatakan bahwa ia yakin timnya seharusnya bisa meraih hasil lebih dari laga tersebut.

“Akan adil untuk mengatakan bahwa kami memainkan pertandingan yang luar biasa dan kami lebih baik dari mereka, jadi hasil yang bagus untuk Man United,” katanya.

“Anak asuh saya memainkan pertandingan yang luar biasa,” tambahnya.

“Kami bermain melawan tim yang berada di level yang lebih tinggi dari kami. Kami menyelesaikan pertandingan dengan bek tengah bermain sebagai bek kanan dan bek kanan sebagai bek kiri. Kami harus melakukan teka-teki yang gila, tetapi penampilan kami luar biasa, dan saya tidak bisa meminta lebih dari itu dari para pemain,” jelasnya.

Mourinho membawa Manchester United menjuarai Liga Eropa pada tahun 2017 selama 2 setengah tahun di Old Trafford. Dia mengambil pekerjaan Fenerbahce pada akhir musim lalu.

Editor : Bahana.
#manchester united #europa league #fenerbahce #liga eropa #jose mourinho #wasit