BANTUL - Remaja asal Bantul Aldi Satya Mahendra mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Pria yang lahir di Guwosari, Pajangan, ini menyabet juara pertama ajang World Super Sport 300 cc di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (20/10) lalu, usai melakoni enam series. Penyelenggaranya, Dorna yang menempatkan pemuda 18 tahun di klasemen pertama dengan raihan poin 221 ini tidak terkejar pesaingnya.
Ibu Aldi, Desy Prasanti mengatakan, proses yang dicapai anaknya sekarang itu sangat panjang. Kedisiplinan selalu ditekankan kepada anaknya dalam berlatih dan fisiknya dijaga. Keluarga memang sepenuhnya mendukung Aldi menjadi pebalap.
"Aldi belajar balap dari usia sekitar enam tahunan, diawali ikut motocross," ujarnya kemarin (21/10). Namun karena sosok ibu dan ayahnya merupakan pebalap road race, sehingga diarahkan ke ranah itu. Desy memastikan, anaknya lahir dan besar di Bantul.
Menurutnya, latihan yang dilakukan Aldi terkadang di Lapangan Parkir Mandala Krida Jogja. Namun beranjak usianya bertambah juga berlatih di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. "Dulu saya kontrak rumah di Sentul, khusus untuk anak-anak saya latihan balap, termasuk Aldi dan kakaknya," tambahnya.
Aldi mulai berlatih di Sirkuit Sentul sejak usia delapan tahun. Desy menceritakan, latihan di Sentul biasanya dilakukan Aldi dua pekan sekali. Ia pun turut menemaninya dan kondisi itu mengakibatkan Aldi harus izin tidak masuk sekolah.
Menurutnya, meskipun harus mondar-mandir Jogja-Bogor Aldi sepenuhnya bersekolah di Bantul. SD hingga SMP dia habiskan di sejumlah sekolah formal di Pajangan. Kemudian saat SMA dia memilih di Kota Jogja.
"Aldi bisa sampai tahap ini dilalui step by step," tuturnya. Awalnya saat kecil ikut balap motor bebek pemula, lantas naik kelas karena juara. Akhinya juara terus hingga diambil tim Yamaha Indonesia untuk dikontrak secara profesional.
Aldi sejak usia 10 tahun sudah dikontrak Yamaha Indonesia dan mengikuti setiap ajang hingga di tingkat sekarang. Ini tahun pertama Aldi di World Super Sport 300 cc dan langsung menyabet juara. "Nasional, Asia, dan yang dijuarai ini internasional," ucap Desy.
Sekolah Aldi selalu mendukung hobinya dalam balap motor. Desy mengungkapkan, tidak ada resep khusus menjadikan Aldi mencapai torehannya sekarang. Menurutnya, Aldi lahir dari keluarga pebalap motor karena ayah dan ibunya dulu juga menggeluti olahraga ini.
Dia menilai Aldi tertarik balap motor karena dari kakaknya yang juga sudah lebih dulu menjadi pebalap motor. "Jadi istilahnya dukungan dari keluarga besar," bebernya. Ditambah Aldi sendiri sudah ada bakat untuk terjun ke dunia balapan.
Desy mengaku, proses Aldi sampai dikontrak Yamaha hanya dari dukungan materiil dan moril orang tuanya. Tidak ada dukungan dari eksternal sama sekali. Menurutnya, ada keinginan dan harapan Aldi masuk MotoGp, namun semua dikembalikan dari pengontrak yakni Yamaha karena keluarga hanya mengikut saja.
Baca Juga: Grand Altuz Seturan Gelar Sunday Morning Training Run Bersama Indorunners Yogyakarta
Baca Juga: Anggota DPRD DIY, Eko Suwanto Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Yang Nyaman dan Lestari
Terpisah, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Djoko Pekik Irianto mengucapkan selamat kepada Aldi yang telah sukses mengukir sejarah baru untuk Indonesia di ajang balap internasional itu. Djoko berharap prestasi yang berhasil ditorehkan Aldi dapat menginspirasi para pembalap Indonesia yang lain, khususnya di DIJ.
"Aldi-aldi yang lain sebenarnya masih banyak, ada Veda Ega dan masih banyak lagi. Tentu ini menjadi kebanggaan masyarakat DIJ," katanya.
Tak hanya itu, Djoko juga berpesan kepada Aldi agar terus berlatih dan jangan sampai bermalas-malasan setelah meraih titel bergengsi itu. KONI DIJ ingin Aldi bisa terus menembus jajaran pembalap top dunia ke depannya. "Sekali lagi selamat untuk Aldi. Sukses terus untuk menjadi pembalap top dunia," tegasnya. (rul/ayu/laz)
Editor : Heru Pratomo