RADAR JOGJA - Penyerang Athletic Bilbao dan Spanyol, Nico Williams mengatakan bahwa tujuan nomor satu dalam hidupnya adalah melawan rasisme.
Williams, yang lahir di Spanyol dari orang tua yang berasal dari Ghana, pernah mengalami pelecehan rasis di La Liga.
“Kakak saya (Inaki Williams) dan saya, sebagai orang kulit hitam, memiliki tugas penting dalam hidup ini, yaitu melawan rasisme,” kata Nico kepada El Mundo.
“Itu adalah tujuan nomor satu saya. Sebagai seorang figur publik, untuk berkontribusi dalam perjuangan tersebut, saya tidak boleh teralihkan atau menjadi orang aneh dan tidak menginjakkan kaki di atas tanah,” lanjutnya.
Rasisme dalam sepak bola telah menjadi masalah yang terus berulang di Spanyol, dengan pemain Real Madrid, Vinicius Junior, berulang kali dilecehkan oleh beberapa penggemar lawan sejak tiba pada tahun 2018
Vinicius mengatakan tahun lalu bahwa Spanyol dianggap sebagai negara yang rasis.
“Jelas saya tidak berada di posisi Vinicius dan saya tidak tahu apa yang dia rasakan,” imbuh Nico.
“Saya dapat berbicara untuk diri saya sendiri dan memang benar bahwa dalam sepak bola ada terlalu banyak penghinaan. Saya tidak suka jika mereka menghina orang lain, entah itu Vinicius atau Luka Modric. Anda harus pergi ke lapangan untuk menikmati dan mendukung tim Anda tanpa perlu menghina siapa pun,” jelasnya.
Nico menilai perilaku seperti penghinaan, rasisme dan pelemparan suar hanya membuat sepak bola menjadi lebih buruk. Dia berpikir hal itu terjadi karena kurangnya rasa hormat kepada orang lain.
La Liga dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) telah menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk memerangi rasisme.
Bulan lalu seorang penggemar Mallorca dijatuhi hukuman percobaan selama 12 bulan oleh pengadilan Spanyol karena telah menghina Vinicius dan pemain Villarreal, Samuel Chukwueze.
“Saya pikir Spanyol bergerak maju di jalan yang benar dan kami harus terus seperti ini,” ujar Nico.
“Selalu ada orang-orang yang mencoba menjual citra lain dari para imigran, tetapi mereka adalah minoritas. Saya sangat senang melihat kemajuan yang dicapai dalam perjuangan melawan rasisme” tegasnya.
Ketika ditanya apakah ia menganggap dirinya sebagai contoh dari Spanyol yang multikultural, Williams mengatakan: “Ya, dan saya ingin menjadi seperti itu.
“Penting untuk membuat semua orang sadar bahwa banyak orang datang ke Spanyol untuk mencari nafkah, mencoba meraih masa depan yang tidak mereka miliki di negaranya dan memberikan kehidupan yang lebih baik kepada anak-anak mereka,” ungkapnya.
“Keluarga saya telah melakukan perjalanan itu. Saya akan mencoba melakukan segalanya dengan kekuatan saya sehingga orang-orang ini (para imigran) dapat memiliki kehidupan yang lebih baik,” bebernya.
Editor : Bahana.