RADAR JOGJA – Timnas Indonesia bakal menjalani matchday ke empat grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran ketiga dengan menantang tuan rumah Tiongkok di Qingdao Youth Football Stadium pada Selasa (15/10) malam.
Lagi-lagi, wasit yang akan memimpin pertandingan merupakan wasit asal Timur Tengah, yakni Omar Mohamed Al Ali dimana merupakan wasit asal Uni Emirat Arab.
Indonesia sendiri cukup khawatir akan kepemimpinan wasit asal Timur Tengah. Pasalnya, kemenangan skuad Garuda bisa dianggap dirampok karena wasit yang tidak segera meniupkan peluit tanda akhir pertandingan saat melawan Bahrain.
Wasit yang memimpin dalam laga kontra Bahrain itu merupakan wasit asal Oman yang juga merupakan negara Timur Tengah, Ahmed Al Kaf.
Meskipun sempat tertinggal 1-0 melalui gol Mohamed Marhoon, gol dari Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick mampu membalikkan keadaan bagi Indonesia.
Sayangnya, tambahan waktu enam menit tidak sesuai realita. Bahrain mampu mencetak gol saat perpanjangan waktu berjalan hampir Sembilan menit.
Omar sendiri tidak asing lagi di dunia perwasitan Sepak Bola Asia. Dia lahir di Sharjah pada tahun 1988 dan sudah memiliki rekam jejak di persepakbolaan internasional.
Dia juga memiliki catatan yang cukup dianggap kontroversial, dimana dia memimpin pertandingan antara Australia kontra Bahrain.
Dalam laga itu, Omar memberikan kartu merah kepada pemain Australia, Kusini Yengi yang dianggap melakukan pelanggaran keras.
Alhasil, Socceroos bermain dengan 10 pemain dan Bahrain mampu memenangkan pertandingan di menit akhir setelah Harry Souttar mencetak gol bunuh diri.
Tentu saja, kepemimpinan wasit asal Timur Tengah bakal menjadi sorotan bagi pendukung timnas Indonesia.
Meskipun begitu, dalam laga pada hari Selasa itu tidak akan mempertemukan tim asal Timur Tengah. Semuanya berharap Omar dapat memimpin pertandingan dengan adil.
Editor : Bahana.