RADAR JOGJA - Bruno Fernandes mengatakan bahwa ia sangat senang bisa kembali ke tim nasional Portugal saat ia ingin memulai musimnya dengan lebih baik setelah awal musim yang penuh gejolak di klub Manchester United.
Kapten Manhcester United itu telah melewati 12 pertandingan tanpa mencetak gol untuk klubnya dimana merupakan paceklik gol terpanjang sejak ia tiba di Old Trafford pada Januari 2020.
Tim asuhan Erik ten Hag tidak pernah menang dalam lima pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi dan berada di urutan ke-14 di Liga Inggris/ Premier League dengan delapan poin dari tujuh pertandingan.
“Ini bukan momen yang positif,” kata Fernandes dalam konferensi pers menjelang pertandingan UEFA Nations League Portugal melawan Polandia.
“Kami tidak memenangkan pertandingan dan situasi di tim nasional sangat berbeda. Saya merasa sangat nyaman, dinamikanya sangat bagus. Saya berada di negara saya, saya berbicara dengan bahasa saya dan saya memiliki makanan yang lebih baik. Saya telah menunjukkan level yang baik di tim nasional,” lanjutnya.
“Ini adalah tempat di mana saya merasa nyaman dan saya merasa dapat menikmati sepak bola saya pada level yang sangat tinggi, karena dinamika yang kami miliki dan kualitas yang saya miliki,” jelasnya.
Setelah diusir keluar lapangan dalam dua pertandingan berturut-turut melawan Tottenham Hotspur dan FC Porto, Fernandes mengunggah foto di Instagram dan menulis “tidak ada yang lebih kecewa daripada diri saya sendiri dengan momen ini.”
Pemain berusia 30 tahun ini mengatakan bahwa ia sadar bahwa ia harus meningkatkan kemampuannya untuk klubnya setelah ia kembali dari tugas internasional.
“Ini tentang meningkatkan diri segera setelah saya tiba di sana [Manchester],” katanya.
“Mencetak gol lagi karena saya adalah seorang gelandang yang mencetak banyak gol dan selama bertahun-tahun selalu menunjukkan tingkat gol yang sangat tinggi,” imbuhnya.
“Saya harus memenuhi ekspektasi dan standar saya. Apa yang telah saya lakukan sama sekali tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan untuk musim ini, karena saya belum mencetak gol di klub. Saya harap begitu saya tiba di sana, saya bisa mencetak gol dan membantu klub kembali ke jalur kemenangan dan berada di level yang baik,” tegasnya.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez menjawab kekhawatiran yang berkembang mengenai padatnya jadwal sepak bola pada konferensi pers.
Perluasan kompetisi klub UEFA dan Piala Dunia Antarklub yang baru dari FIFA berarti musim ini akan menjadi musim terpanjang yang pernah ada.
Para pemain telah mengancam aksi mogok bermain di liga sebagai akibat dari kekhawatiran mereka akan bertambahnya jumlah pertandingan.
“Adalah tanggung jawab kami untuk melindungi dan memiliki pemain yang segar, yang dapat bekerja dengan baik,” kata Martinez.
“Ini adalah perdebatan yang banyak dibicarakan. Para pemain sangat menikmati bermain, yang penting adalah bahwa institusi harus memberikan mereka istirahat yang cukup. Masalahnya adalah jarak [yang pendek] di antara setiap pertandingan,” tambahnya.
Editor : Bahana.