RADAR JOGJA - Bayer Leverkusen harus membayar mahal karena berpuas diri setelah menyia-nyiakan keunggulan dua gol dan kehilangan kendali atas permainan sebelum bermain imbang 2-2 melawan tim promosi Holstein Kiel dalam lanjutan Bundesliga Jerman di BayArena, Sabtu (6/10) malam.
Sang juara bertahan mencetak dua gol dalam delapan menit pertama namun menyia-nyiakan keunggulan dua gol untuk ketiga kalinya dalam enam pertandingan Bundesliga musim ini.
Pelatih Bayer Leverkusen, Xabi Alonso mengatakan sangat tidak puas atas penampilan skuad asuhannya dalam hasil imbang itu.
“Itu adalah kesalahan kami sendiri. Kami tidak bermain dengan cerdas dan kami pikir pertandingan sudah selesai, tetapi dalam sepak bola Anda harus terus melaju dengan intensitas yang sama,” kata Alonxo.
“Kami terlalu pasif. Setelah pertandingan besar di Champions League, kami tidak memiliki mentalitas yang tepat untuk pertandingan ini,” lanjutnya.
Juara liga dan piala domestik musim lalu, yang mengalahkan AC Milan 1-0 di Liga Champions pada laga sebelumnya, memiliki 24 upaya ke arah gawang, dibandingkan dengan delapan tembakan dari lawan mereka.
Die Werkself mendominasi di babak pertama yang sebagian besar didominasi oleh satu sisi, di mana mereka seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol dan mengakhiri pertandingan.
“Kami memiliki kontrol, namun kontrol yang lemah tanpa agresivitas untuk mencetak gol ketiga. Gol pertama dari Kiel sebelum turun minum merupakan sebuah sinyal bahwa laga bisa menjadi berbahaya,” imbuh Alonso.
“Namun kesalahan terbesar terjadi di babak pertama karena kami tidak tahu bagaimana menangani permainan setelah unggul 2-0. Kami tidak cukup cerdas. Ada sedikit rasa puas diri ketika kami seharusnya lebih fokus. Kami akan belajar,” tegasnya.
Bayer Leverkusen turun ke peringkat lima klasemen dengan 11 poin. Bayern Munich, yang berada di puncak klasemen dengan 13 poin, akan menghadapi Eintracht Frankfurt pada hari Minggu.
Editor : Bahana.