Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemain Getafe, Christantus Uche Kecam Wasit La Liga dan Hinaan Rasis dari Suporter

Satria Putra Sejati • Kamis, 26 September 2024 | 18:38 WIB
Pemain Getafe asal Nigeria, Christantus Uche (getty images)
Pemain Getafe asal Nigeria, Christantus Uche (getty images)

RADAR JOGJA - Gelandang Getafe asal Nigeria, Christantus Uche mengkritik para wasit La Liga/ Liga Spanyol karena gagal mengatasi perlakuan kasar yang diterimanya dari para pemain lawan dan mengecam hinaan rasis yang menurutnya telah ia terima dari para suporter.

Uche menjalani musim pertamanya di La Liga setelah bergabung dari tim divisi dua Ceuta dan menuduh para wasit tidak memperlakukannya secara sama dengan para pemain lainnya.

Pemain 21 tahun itu menceritakan pengalamannya sendiri dimana dalam dua atau tiga pertandingan pertama, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri dan menilai wasit La Liga sangat lah buruk.

“Mereka akan menendang saya, wasit akan mengatakan saya harus berdiri. Tidak, itu pelanggaran, Anda harus meniupnya,” kata Uche seperti yang dikutip dari ESPN.

“Tetapi jika mereka menendang orang lain, wasit akan meniupnya. Dan itu sangat menyakitkan, Anda tidak dapat melakukan apa-apa, Anda tidak memiliki kekuatan apa pun karena wasit memiliki kekuatan untuk melakukan apa pun yang ingin dia lakukan,” lanjutnya.

Uche menegaskan perlakukan rasisme itu tidak baik dan harus segera dihentikan, apalagi didalam sepak bola. “Semua orang sama, semua orang setara,” jelasnya.

Bukan hanya perlakukan keras pemain terhadapnya maupun wasit, perlakukan rasis juga datang dari para suporter dimana hal itu sudah sering terjadi di stadion-stadion di Spanyol.

“Baik para penggemar, beberapa penggemar, mereka akan memanggil Anda 'f------ hitam,' Anda adalah seorang 'hitam ini, itu'. Tidak, itu tidak baik. Itu tidak baik,” imbuh Uche.

Terlepas dari beberapa pengalaman negatif yang dialaminya, Uche mengatakan bahwa ia tetap merasa senang dengan kesempatan bermain di divisi utama Spanyol.

“Saya merasa senang atas kesempatan bermain di level ini, di La Liga,” ungkapnya.

“Saya berusaha sebaik mungkin untuk menunjukkan bahwa saya memiliki kualitas untuk bermain di sini. Bermain melawan Barcelona dan Real Madrid adalah satu mimpi yang menjadi kenyataan, saya sangat senang bisa berada di sini,” tegasnya.

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior sering menghadapi pelecehan rasis dari para pendukung lawan, dengan tiga orang dipenjara pada bulan Juni atas insiden di Valencia dalam vonis bersalah pertama di negara ini.

Berbicara bulan lalu, pemain asal Brasil itu menyarankan Spanyol bisa kehilangan hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 jika situasinya tidak membaik.

“Saya berharap Spanyol dapat berevolusi, dan memahami betapa seriusnya menghina seseorang karena warna kulit mereka,” kata Vinicius.

“Jika pada tahun 2030 keadaan tidak membaik, saya pikir kita harus memindahkan lokasi Piala Dunia, karena jika seorang pemain tidak merasa nyaman dan aman bermain di negara di mana mereka dapat mengalami rasisme, itu agak sulit,” jelasnya.

Editor : Bahana.
#nigeria #rasis #Suporter #la liga #liga spanyol #getafe #perlakuan kasar #Christantus Uche #wasit