RADAR JOGJA – FC Porto bakal melawat ke Aspmyra Stadion dalam pertandingan pertama mereka di Europa League format anyar menantang tuan rumah Bodo/Glimt pada Rabu (25/9) malam.
Sang juara Norwegia telah mendapatkan reputasi sebagai tim yang sangat sulit untuk dihadapi saat bermain kandang di kompetisi Eropa, sementara tim tamu akan meninggalkan Portugal yang cerah untuk menghadapi cuaca dingin di Norwegia utara.
Bodo/Glimt akan memulai kampanye Eropa mereka dengan pertemuan pertama melawan klub asal Portugal, dalam sebuah kompetisi di mana mereka pernah membuat kehebohan.
Dua tahun lalu, Bodo mengejutkan Eropa dengan menghancurkan Roma 6-1 di babak penyisihan grup, dan mereka juga mencapai perempat final pada musim tersebut, di mana Giallorossi membalas dendam untuk menyingkirkan tim asuhan Kjetil Knutsen.
Knutsen masih bertanggung jawab dan melihat timnya nyaris lolos ke kualifikasi Liga Champions untuk pertama kalinya pada musim panas.
Setelah menyingkirkan RFS dan Jagiellonia Bialystok di babak kualifikasi, dan mengalahkan Red Star Belgrade di leg pertama babak playoff, Bodo gagal untuk kedua kalinya dalam dua musim beruntun, kalah di ibu kota Serbia dan harus terdegradasi ke Liga Europa.
Pasukan Knutsen juga mendapatkan salah satu undian terberat, menghadapi Nice dan Besiktas dari pot empat, sementara mereka juga harus bertandang ke Old Trafford untuk menghadapi Manchester United.
Meskipun berada di peringkat yang cukup rendah di klasemen UEFA, Bodo memiliki catatan yang apik saat bermain di kendang dalam kompetisi Eropa dengan memenangkan 24 dari 30 pertandingan.
Bodo datang ke pertandingan ini setelah memenangkan delapan pertandingan kandang sebelumnya di semua kompetisi dan hanya menelah kekalahan dua kali di kandang sendiri pada tahun 2024, atas Lillestrom di piala Norwegia Ajax di Liga Konferensi.
Kepercayaan diri mungkin sedikit berkurang, saat Bodo mengalami kekalahan telak 4-1 saat bertandang ke markas tim peringkat dua, Brann, pada akhir pekan lalu, yang memangkas keunggulan mereka di puncak klasemen dari 10 poin menjadi tujuh poin.
Sementara itu, Porto akan berusaha untuk memanfaatkan hal tersebut saat mereka telah membuat awal yang baik untuk musim mereka di Portugal, dan akan berusaha untuk bersaing dengan tim Sporting CP yang sedang dalam performa terbaiknya di puncak klasemen.
Kekalahan atas Sporting di awal bulan ini merupakan kekalahan pertama bagi Vitor Bruno sebagai pelatih, yang berarti Porto kini telah berhasil mengejar sang juara bertahan.
Kemenangan 3-0 yang mengesankan atas sesama tim asal Eropa, Guimaraes di akhir pekan merupakan persiapan yang sempurna untuk pertandingan ini, dan menjaga jarak dengan Sporting menjadi hanya tiga poin.
Awal musim Europa League dapat menjadi sangat sulit bagi Porto, dengan melakukan perjalanan tandang yang jauh ke Norwegia, sebelum menghadapi Manchester United pekan depan.
Ini merupakan musim ketiga mereka di Liga Eropa sejak berganti nama dari Piala UEFA, dan setelah meraih kemenangan pada debut mereka di tahun 2010-11, Porto tersingkir di babak sistem gugur di tahun 2019-20.
Head to head:
5 pertandingan terakhir Bodo/Glimt:
22/09/2024 Brann 4-1 Bodo/Glimt
13/09/2024 Bodo/Glimt 3-0 HamKam
01/09/2024 Stroemsgodset 0-1 Bodo/Glimt
28/08/2024 FK Crvena Zvezda 2-0 Bodo/Glimt
24/08/2024 Bodo/Glimt 6-0 Sarpsborg
5 pertandingan terakhir FC Porto:
21/09/2024 Vitoria de Guimaraes 0-3 FC Porto
15/09/2024 FC Porto 2-1 Farense
Baca Juga: Siap-Siap! Lanjutan Liga 2 : PSIM akan Bertemu dengan Persipa di Kandangnya
31/08/2024 Sporting CP 2-0 FC Porto
24/08/2024 FC Porto 2-0 Rio Ave
16/08/2024 Santa Clara 0-2 FC Porto
Prediksi susunan pemain:
Bodo/Glimt (4-3-3):
Haikin (GK), Sjovold, Gundersen, Bjortuft, Bjorkan, Berg, Evjen, Fet, Zinckernagel, Hogh, Hauge
FC Porto (4-3-3):
Diogo Costa (GK), Joao Mario, Perez, Jose Pedro, Francisco Moura, Eustaquio, Varela, Nico, Ivan Jaime, Omorodion, Galeno
Prediksi:
Porto telah memenangkan enam dari delapan pertandingan sebelumnya atas tim asal Norwegia, namun ini merupakan sebuah tantangan yang sangat berbeda, mengingat iklim dan lapangan, dan mereka akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Tim tamu belum pernah mencatatkan clean sheet dalam 15 pertandingan Liga Eropa, dan Bodo/Glimt telah berulang kali membuktikan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan beberapa klub elit di Eropa, dan mereka mungkin akan membuat beberapa kejutan.
Editor : Bahana.