ACEH - Kontingen DIY berhasil mengukir sejarah baru dan memecahkan rekor dengan bisa memboyong medali emas terbanyak selama keikutsertaannya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Ya, sepanjang gelaran PON sejak tahun 1948 silam, DIY belum pernah memboyong medali sebanyak yang ditorehkan pada PON 2024 ini.
Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini, DIY memperoleh 117 medali dengan rincian 29 medali emas, 35 medali perak, dan 53 medali perunggu. Dengan perolehan medali ini membawa DIY ke posisi sembilan klasemen dari 30 provinsi yang mengikuti gelaran event olahraga empat tahunan ini.
Jawa Barat sendiri berhasil mendominasi dan menjadi juara umum untuk perolehan medali di PON 2024. Disusul posisi kedua DKI Jakarta dan posisi ketiga Jawa Timur.
Walaupun DIY belum bisa menjadi pemuncak klasemen, prestasi para atlet dari Bumi Mataram di tahun ini patut diapresiasi. Sebab, ada beberapa cabor yang berhasil menjadi juara umum di cabang olahraganya masing-masing.
Seperti cabor hapkido yang mempersembahkan tujuh medali emas dan tiga perunggu. Perolehan ini membuat hapkido menjadi cabor yang mempersembahkan medali terbanyak untuk kontingen DIY sekaligus menjadi juara umum di cabornya.
Ada juga panahan yang juga menjadi juara umum di cabornya dengan mengantongi enam medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Panahan menjadi cabor nomor dua yang mempersembahkan medali terbanyak untuk kontingen DIY.
Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto sangat mengapresiasi perjuangan para atlet, pelatih, oficial, dan pengda cabor yang telah berjuang mempersiapkan kontingen sejak jauh-jauh hari sebelum PON berlangsung. Menurutnya, prestasi yang diraih DIY di PON kali ini akan menjadi inspirasi model pembinaan ke depan.
"Petama kami bersyukur hasil PON 2024 ini sudah memenuhi target. Bahkan melampaui target dari 16 bisa dapat 29 medali emas," katanya Jumat (20/9/2024).
Kendati demikian, ia tetap meminta kepada para cabor yang telah menghasilkan medali terbaik agar jangan terus merasa puas. Sebab, menurutnya, kontingen DIY harus segera bersiap-siap menuju PON berikutnya pada 2028 mendatang.
Djoko menyatakan KONI DIY akan melakukan evaluasi terhadap cabor-cabor yang belum berhasil mempersembahkan medali. Hal itu dilakukan agar cabor-cabor itu bisa lebih masif dan lebih gigih lagi dalam melakukan pembinaan.
"Kami berharap mereka bisa seperti cabang yang lain. Karena sebelum berangkat kami sudah mewanti-wanti, pokoknya semua cabor harus pulang bawa medali," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita