RADAR JOGJA - Meski kalah dari DKI Jakarta pada laga kedua dengan skor akhir 4-22 kemarin (6/9), tim polo air putra DIJ tetap berpeluang meraih medali di ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Diketahui tim polo air putra DIJ meraih kemenangan spektakuler pada laga perdananya atas Sumatera Selatan (Sumsel) dengan skor 22-7 di Kolam Renang Selayang, Medan, Rabu (4/9) lalu. Dengan raihan itu, DIJ membuka peluang bisa meraih medali pada PON 2024 jika mampu meraih hasil positif di dua laga selanjutnya saat melawan Jawa Barat dan Jambi nanti.
Dijadwalkan Fadhil Giwangkara dan kawan-kawan akan kembali berlaga pada hari ini (7/9) melawan Jawa Barat, lalu pada Minggu (8/9) menghadapi Jambi.
"Kami mulai membuka peluang meraih medali setelah menang atas Sumsel kemarin," ungkap Pelatih Polo Air DIJ Octi Linda Setyowati Jumat(6/9).
Menurut Linda, kemenangan atas Sumsel beberapa waktu lalu sangat di luar dugaan. Sebab, saat kedua tim ini bertemu di ajang babak kualifikasi (BK) PON tahun lalu, DIJ kalah tipis dengan skor 6-7.
"Perjuangan anak-anak sangat luar biasa. Kemenangan itu tak lepas dari hasil pemusatan latihan mandiri yang kami laksanakan selama setahun ini. Kami bersyukur bisa meraih kemenangan itu dan akan kami maksimalkan di dua laga selanjutnya," katanya.
Pada tahun ini, ada lima daerah yang ikut berpartisipasi memperebutkan gelar juara pada cabang cabor polo air putra. Kelima daerah itu yakni DIJ, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan dan Jambi.
Selain itu, pada ajang PON kali ini kelima tim tersebut bertanding dengan sistem round robin atau setengah komptisi. Di mana semua tim bisa saling bertemu dengan tim lainnya.
Baca Juga: Lembaga Sosial Keagamaan Diberi Hibah Rp 9 Miliar, PC NU Kebumen Dapat Rp 2 Miliar
Linda mengatakan, karena DIJ sudah menang saat lawan Sumsel di laga perdana lalu, maka peluang meraih medali masih terbuka lebar. Asalkan tim polo air putra DIJ mampu menang saat melawan tim Jambi nanti.
"Untuk PON ini, kami memang target perunggu. Jadi kami optimistis bisa meraihnya saat mengalahkan Jambi di laga terakhir. Laga lawan Jambi nanti akan jadi penentuan," lontarnya.
Sementara terkait hasil tim polo air putri DIJ yang pulang dengan tangan hampa, membuat jajaran pelatih tim polo air DIJ kecewa. Pasalnya, dalam PON 2024 ini hanya ada tiga daerah saja yang datang untuk bertanding di PON.
"Hasil BK PON itu ada lima daerah yang lolos, DIJ, DKI, Jabar, Sumsel dan Jatim, ditambah satu daerah lagi, yaitu tuan rumah Sumut. Tapi saat PON ini hanya ada tiga provinsi yang hadir dan itu baru kami ketahui saat TM. Sehingga, medali yang diperebutkan hanya satu saja, medali emas," ucap Linda.
Bagi Linda hal-hal seperti itu tentu bisa menjadi dampak buruk untuk perkembangan olahraga polo air di Indonesia. Sebab dengan adanya insiden itu, maka ke depan ditakutkan tidak banyak daerah yang tertarik untuk melakukan pembinaan di cabor ini.
"Kami sudah melakukan persiapan panjang. Kami sudah datang ke lokasi, tapi kami yang jadi korban. Sedangkan tim-tim lain yang harusnya tanding tapi tidak datang, tidak mendapatkan hukuman," ujarnya. (ayu/laz)
Editor : Heru Pratomo