RADAR JOGJA – San Marino berhasil akhiri penantian selama 20 tahun untuk mencatatkan kemenangan kedua dalam sejarah mereka di sepakbola internasional.
Dan yang menariknya lagi, San Marino mencatatkan dua kemenangan ini melawan tim yang sama, setelah sebelumnya tidak pernah menang dalam 140 pertandingan.
San Marino kalahkan Liechtenstein 1-0 di Nations League, mirip dengan hasil yang terjadi pada 20 tahun lalu dalam sebuah pertandingan persahabatan.
Dan tentu saja ini merupakan kemenangan pertama mereka dalam pertandingan kompetitif.
Pahlawan kemenangan San Marino kali ini adalah seorang gelandang berusia 19 tahun yang sedang dipinjamkan ke divisi empat Italia, Nicko Sensoli.
Sensoli telah mencetak sejarah spektakuler di depan para pendukung tuan rumah - dengan gol internasional pertamanya hanya enam bulan setelah debutnya
Selain meraih kemenangan keduanya, San Marino juga memastikan diri keluar dari dasar klasemen FIFA meskipun secara teknis dan alasan yang aneh.
Hal ini dikarenakan Eritrea kini tidak memiliki peringkat, dimana hal itu terjadi setelah negara Afrika Timur tersebut tidak bermain selama empat tahun.
Hal tersebut masih membuat San Marino berada di peringkat 210 dan berada di posisi terbawah.
Namun mungkin dorongan psikologis karena tidak berada di bawah tim lain yang membantu menginspirasi Sammarinese untuk menenggelamkan tim peringkat 199, Liechtenstein.
Inggris menghancurkan San Marino 10-0 dalam kualifikasi Piala Dunia pada November 2021.
Namun peningkatan baru-baru ini termasuk kekalahan 3-1 dari Denmark.
Dan San Marino bermain imbang dengan tim asal Karibia, Saint Kitts dan Nevis, pada bulan Maret.
Sekarang, hal tersebut telah dikalahkan oleh malam terhebat dalam 37 tahun mereka bermain sepak bola internasional - sebuah kemenangan kompetitif.
Para pendukung yang sangat gembira terpukau dengan pencapaian tersebut.
Editor : Bahana.