Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Futsal Putri DIY Harus Angkat Koper Lebih Awal dari PON XXII Aceh-Sumut 2024, Terhenti dan Gagal Penuhi Target Minimal Perunggu

Rizky Wahyu Arya Hutama • Jumat, 6 September 2024 | 05:17 WIB

 

 

PON XXI Aceh-Sumut 2024
PON XXI Aceh-Sumut 2024

 

 

JOGJA - Meski membekuk tim Papua Pegunungan di laga terakhir babak penyisihan Grup A PON XXI Aceh-Sumut 2024 dengan skor 3-0 di GOR Dispora Sumut (5/9/2024), Tim Futsal Putri Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus rela pulang dengan tangan hampa. Pasalnya, hasil itu tidak mempengaruhi DIY melaju ke fase selanjutnya.

Futsal putri PON DIY harus rela tersingkir dalam persaingan menuju babak semifinal, setelah tim tuan rumah Sumut menang atas Papua Pegunungan dengan skor 4-3 di laga keduanya, Selasa (3/9/2024) lalu. Dari hasil itu, Shafa dan kawan-kawan yang  menghadapi Papua Pegunungan, Kamis (5/9/2024) siang, tak lagi berpengaruh bagi DIY.

Diketahui, DIY berada di grup A bersama tuan rumah Sumut, Papua Pegunungandan DKI Jakarta. DKI Jakarta lolos sebagai juara grup dengan koleksi sembilan poin hasil dari tiga kali kemenangan. Sementara tuan rumah melaju sebagai runner up dengan perolehan enam poin dari tiga pertandingan. Sumut hanya kalah dari DKI Jakarta dengan skor 0-11.

Sedangkan DIY sampai saat ini hanya bisa mengantongi tiga poin saja. Sebab Shafa dan kawan-kawan telah kalah dua kali dari tim DKI Jakarta dan Sumut. Sementara untuk tim Papua Pegunungan tidak mengantongi poin sama sekali.

Manajer Tim Futsal Putri DIY Andhika Rizky Renaldy meminta maaf kepada seluruh masyarakat DIJ karena di ajang PON kali ini belum bisa memenuhi harapan. Di mana awalnya mematok target minimal pulang dengan membawa medali perunggu. Namun, dua kekalahan beruntun memupuskan harapan mereka.

 "Melawan Papua Pegunungan sama sekali sudah tidak menentukan langkah DIY ke semifinal. Mohon maaf kami belum memenuhi target," ucapnya Kamis (5/9/2024).

Menurut Andhika, dua kali kekalahan yang menimpa tim futsal putri DIY itu adalah pelajaran berharga untuk timnya. Sebab baginya, laga pertama saat melwan Sumut sangat menentukan langkah dari tim DIY. "Pertandingan pertama adalah kunci. Andaikan saat itu setidaknya tidak kalah, mungkin bisa jadi cerita lain," katanya.

Andhika menyatakan, dua kali kekalahan yang menimpa futsal putri PON DIY membuat mental para pemain melorot. Apalagi kekalahan dari Sumut terasa menyakitkan karena mereka tampil dominan namun mereka harus rela kecurian dua gol.

Sejalan dengan Andhika, Pelatih Futsal Putri DIY Hajarul Susanto usai laga melawan Papua Pegunungan mengatakan, kegagalan mengambil tiket semifinal tak lepas dari kesulitan yang dihadapi timnya pada laga pertama saat melawan tim Sumatera Utara.

"Kami target menang lawan tuan rumah, tapi kami menelan kekalahan. Lawan DKI di laga kedua, kami sudah prediksi bakal sulit," cetusnya.

Atas ketidaklolosan ini Hajarul juga meminta maaf karena jajaran pelatih telah gagal mencapai target yang dibebankan. Akan tetapi jajaran pelatih tim futsal putri DIY berjanji akan berusaha lebih baik lagi jika masih dipercaya menuju PON berikutnya.

"Pemain akan kembali ke klubnya masing-masing. Jika masih dipercaya, kami akan panggil lagi dengan tambahan pemain baru dan melakukan persiapan lebih panjang,"  tandasnya. (ayu/laz)

 

Editor : Din Miftahudin
#PON XXI 2024 #Kontingen DIY #PON XXI 2024 Aceh Sumatera Utara