RADAR JOGJA - Dua puluhan tahun silam, atlet panjat tebing asal Yogyakarta mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga Indonesia dengan meraih medali emas.
Kini, kontingan terbaik siap berlaga dan mengulang kesuksesan pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024.Doa bersama persiapan PON berlangsung di Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Provinsi DIY, Minggu (1/9/2024).
Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yogyakarta Didik Wardaya mengatakan, dalam kompetisi PON Aceh-Sumut 2024 mengirimkan 13 atlet panjat tebing terdiri 6 putra dan 7 putri. "Di antara atlet merupakan usia pelajar. Tanggal berangkat 2 September," ucapnya.
Dukungan moral dan meteri diharapkan bisa menjadi suntikan semangat bagi para atlet agar tampil maksimal. Persiapan matang dan dukungan penuh dari masyarakat, DIY optimis dapat meraih prestasi dalam ajang PON kali ini. "Mudah-mudahan lebih baik dari PON di Papua. Target kita paling tidak membawa pulang satu medali emas," ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY itu melanjutkan, persiapan menuju PON bukanlah hal yang instan. Proses penjaringan atlet dilakukan dengan seleksi ketat. "Proses penjaringan dimulai dengan pemantauan prestasi atlet di berbagai tingkat kejuaraan," jelasnya.
Para atlet berprestasi kemudian diundang mengikuti seleksi awal. Seleksi melibatkan uji kemampuan fisik, teknik, serta mental, yang dilakukan oleh tim pelatih dan ahli cabor panjat tebing.
"Terakhir dapat medali emas 20 tahun lalu. Sekarang kami optimistis, karena potensinya lumayan baik. Mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik," terangnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto berpesan kepada para atlet agar bersemangat dan menjaga integritas dalam menghadapi kompetisi. "Kesempatan tidak datang dua kali, PON berikutnya belum tentu bisa terpilih lagi," katanya.
Dia juga meminta agar para kontingen menunjukkan prestasi terbaik, setelah sekian waktu berlatih dan berjuang mempersiapkan diri. "Jagan lupa mohon doa restu dari orang tua," ujarnya. (gun/laz)