RADAR JOGJA – Udinese bakal mencoba melanjutkan tren positif mereka saat menjamu Como 1907 pada giornata ketiga Serie A/ Liga Italia di Stadio Friuli, Senin (2/9) kick off pukul 01.45 dini hari.
Udinese sukses kalahkan Lazio dalam pertandingan terakhir dan juga melangkah ke putaran selanjutnya Copa Italia dan Como yang ambisius masih berusaha meraih kemenangan perdana sejak kembali ke divisi utama.
Setelah unggul satu gol dalam waktu lima menit setelah peluit pertama dibunyikan, Zebrette unggul di hampir sepanjang pertandingan melawan Lazio, dan mereka benar-benar mengambil alih kendali permainan setelah jeda.
Serangan dari duo penyerang Lorenzo Lucca dan Florian Thauvin membuat Udinese secara mengejutkan unggul atas tim tamu dari ibu kota, dan bahkan setelah bermain dengan 10 pemain di pertengahan babak kedua, mereka tetap bertahan untuk meraih kemenangan 2-1.
Menyusul kemenangan 4-0 di Coppa Italia atas tim Serie B, Avellino, pelatih baru Kosta Runjaic melakukan debutnya di liga di Bologna, di mana Udinese berhasil meraih satu poin meskipun Thauvin gagal mengeksekusi penalty, sehingga mereka masih belum terkalahkan di musim ini.
Faktanya, termasuk kelolosan dramatis musim lalu dari degradasi, Udinese belum pernah kalah dalam tujuh pertandingan liga terakhir mereka , yang merupakan rekor terbaik klub selama hampir dua tahun.
Setelah meninggalkan musim 2023-24 yang didominasi oleh hasil imbang, Udinese sekarang akan mencoba untuk membukukan kemenangan beruntun di liga utama untuk pertama kalinya sejak Maret 2023.
Kini, mereka bakal dihadang oleh lawan yang terakhir kali mereke temua di Serie lebih dari 20 tahun yang lalu dimana pada musim semi 2003, Como kalah atas Udinese yang dilatih oleh Luciano Spalletti, di mana pelatih Parma saat ini, Fabio Pecchia, mencetak salah satu gol dalam kekalahan 3-2.
Sementara itu, Como belum pernah memenangkan pertandingan di divisi utama di Udinese (kalah enam kali dalam sembilan kesempatan sebelumnya) jadi mereka akan berusaha untuk memperbaiki hal tersebut.
Yang lebih penting lagi, sang pelatih, Cesc Fabregas berharap dapat meraih hasil yang baik sebelum jeda internasional. Setelah melihat timnya tersingkir dari Coppa Italia sebelum meraih satu poin dari dua pertandingan pertama di liga dalam kampanye kebangkitan mereka.
Disingkirkan oleh Juventus di hari pembukaan, Como tampil lebih baik saat menghadapi Cagliari di pertemuan terakhir, ketika gol Patrick Cutrone di babak kedua memastikan hasil imbang 1-1 di Sardinia.
Lariani memiliki ambisi yang besar di bawah pemilik yang kaya raya, dan setelah melakukan perekrutan pemain penting seperti Raphael Varane, Pepe Reina, dan Sergi Roberto, Fabregas diharapkan dapat mempertahankan tim yang baru saja meraih promosi ke Serie A.
Head to head:
Karena pertemuan terakhir sudah terjadi terlalu lama, maka dalam artikel ini tidak kami cantumkan.
5 pertandingan terakhir Udinese:
24/08/2024 Udinesea 2-1 Lazio
18/08/2024 Bologna 1-1 Udinese
09/08/2024 Udinese 4-0 Avellino
03/08/2024 Al Hilal 1-0 Udinese
31/07/2024 Udinese 1-0 Aris
5 pertandingan terakhir Como:
26/08/2024 Cagliari 1-1 Como
20/08/2024 Juventus 3-0 Como
12/08/2024 Sampdoria 1-1 Como
03/08/2024 Como 0-0 Wolfsburg
Baca Juga: PMR Harus Sigap jika Ada Bencana, SMP Al Azhar Jogja Gelar Simulasi Mitigasi Gempa Bumi Bagi Siswa
29/07/2024 Al Hilal 1-0 Como
Prediksi susunan pemain:
Udinese (3-4-2-1):
Maduka Okoye (GK), Nehuen Perez, Jaka Bijol, Kabasele, Ehizibue, Karlstrom, Payero, Zemura, Thauvin, Brenner, Lorenzo Lucca
Como (4-4-2):
Pepe Reina (GK), Moreno, Barba, Dossena, Sergi Roberto, Da Cunha, Mazzitelli, Perrone, Strefezza, Andrea Belotti, Patrick Cutrone
Prediksi:
Setelah mengawali musim dengan baik di bawah manajemen baru, Udinese diunggulkan untuk meraih kemenangan dalam pertemuan pertama mereka di liga dengan Como selama lebih dari dua dekade.
Percaya diri setelah mengalahkan Lazio dengan 10 pemain, Udinese seharusnya dapat menahan sang tim promosi dan menambahkan tiga poin lagi ke dalam koleksi mereka.
Editor : Bahana.